Pelatihan Media Handling Seskoad Libatkan 282 Perwira

Reza Sunarya
16/4/2026 18:57
Pelatihan Media Handling Seskoad Libatkan 282 Perwira
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), Mayjen TNI DR. Agustinus Purboyo.(MI/Reza Sunarya)

SEBANYAK 282 Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Dikreg 67 mengikuti pelatihan terpadu di Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, dan Gunung Anaga, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Kamis (16/4).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan terkait media handling, termasuk praktik menggelar konferensi pers dan wawancara doorstop. Materi tersebut dikaitkan dengan tugas pembinaan teritorial, khususnya dalam mendukung program agroforestri.

Pelatihan ini diikuti oleh perwira menengah dari TNI AD, TNI AU, TNI AL, Polri, serta perwira siswa dari negara sahabat. Mereka menjalani simulasi peran sebagai komandan teritorial seperti Dandim maupun komandan satuan seperti Danyon, dengan fokus pada pengelolaan informasi di tengah masyarakat.

Simulasi konferensi pers dan wawancara berlangsung di area agroforestri Gunung Anaga dan Gunung Hejo, Purwakarta. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan perwira dalam menghadapi dinamika komunikasi publik.

Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), Mayjen TNI DR. Agustinus Purboyo, menekankan pentingnya profesionalisme prajurit yang mencakup aspek fisik, intelektual, dan karakter.

"Itu adalah salah satu upaya Seskoad dalam membentuk calon-calon pemimpin TNI masa depan yang memiliki kemampuan media handling dan public speaking yang bagus," kata Purboyo, Kamis (16/4)

Ia juga menyoroti keterkaitan antara ketahanan nasional dan ketahanan pangan. Program agroforestri yang dijalankan TNI AD bersama mitra dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi tersebut.

"Kalau kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, gizi baik, kesehatan terjaga, maka akan terbentuk ketahanan nasional yang kuat. Ini sejalan dengan konsep kebutuhan dasar manusia," ujar Danseskoad.

Lebih lanjut, Purboyo menegaskan pentingnya keseimbangan kemampuan prajurit, mulai dari integritas, kecerdasan intelektual, hingga ketangguhan fisik.

"Kalau semuanya seimbang, prajurit akan mampu menjalankan dua tugas utama, sebagai petarung sekaligus pembina teritorial," ungkapnya

Menurutnya, latihan terpadu ini menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam menyiapkan perwira yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam komunikasi publik dan dukungan terhadap program strategis nasional.

Salah satu peserta, Letkol Inf. Denny Sopyan, menyebut simulasi konferensi pers dan wawancara doorstop sebagai pengalaman penting.

"Kami dilatih bagaimana menyampaikan informasi dengan baik kepada media, menghadapi pertanyaan positif maupun negatif, serta menjaga etika dan bahasa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," ujar Denny anggota Paspampres yang pernah ditugaskan pengawal Presiden Prabowo Subianto itu.

Ia menilai kemampuan komunikasi menjadi sangat penting di era keterbukaan informasi, karena setiap pernyataan prajurit dapat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi TNI.

Dari sisi pengelolaan lahan, Komisaris PT Buntara Kreasindo, Arinna Farm, Zakiah Nahdi, menjelaskan bahwa pengembangan agroforestri di lahan seluas 200 hektare berjalan berkat kolaborasi berbagai pihak.

Zakiah menyebutkan, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini telah ditanami lebih dari 13.000 pohon tanaman keras, terutama buah-buahan. Setiap klaster seluas lima hektare dikelola oleh sekitar 14 tenaga kerja lokal.

"Alhamdulillah masyarakat menyambut baik. Tidak ada resistensi karena semua dilakukan dengan pendekatan yang baik, didampingi Babinsa dan unsur TNI lainnya," katanya.

Ia menambahkan, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, baik tetap maupun harian. (RZ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner