Pemkab Tasikmalaya Gulirkan Pinjaman Modal tanpa Bunga untuk UMKM

Kristiadi
15/4/2026 18:03
Pemkab Tasikmalaya Gulirkan Pinjaman Modal tanpa Bunga untuk UMKM
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi(MI/KRISTIADI)

PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, telah menyiapkan program pinjaman modal tanpa bunga untuk 7.000 pelaku UMKM baru. Program ini akan dilaksanakan untuk 351 desa.

Kebijakan tersebut, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, setiap UMKM akan mendapatkan pinjaman sebesar Rp5 juta. Program akan digulirkan secara merata.

"Dengan skema ini diharapkan mampu meringankan beban pelaku usaha sekaligus memberi dorongan nyata supaya usaha mereka bisa berkembang mandiri," tambahnya, Rabu (15/4).

Program pinjaman modal tanpa bunga ini, menawarkan jangka waktu pengembalian hingga dua tahun atau lebih. Tujuannya agar para pelaku usaha bisa ringan untuk mengembalikan pinjaman.

Dengan skema ini diharapkan bisa membantu pelaku UMKM yang membutuhkan untuk membangun usaha.

"Pemkab Tasikmalaya akan mempermudah proses administrasi dan persyaratan, supaya warga bisa mengakses pinjaman melalui lembaga perbankan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pinjaman modal tersebut bersumber dari anggaran subsidi bunga dana titipan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yng  bersifat fleksibel dan dapat digunakan dalam jangka waktu satu hingga tiga tahun," tandas Asep.

Program pinjaman modal tanpa bunga ini menyasar pelaku usaha yang baru merintis bisnis tingkat desa. Pemerintah daerah berharap peluang usaha semakin terbuka hingga bisa dimanfaatkan masyarakat guna menciptakan produk yang kompetitif.

Dengan modal Rp5 juta per orang diharapkan bisa mengembangkan produk unik menarik untuk dipasarkan lebih luas, termasuk melalui platform digital.


Pembinaan


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Endang Syahrudin mengungkapkan, program pinjaman modal tanpa bunga tidak berhenti pada pemberian modal. Pelaku UMKM tersebar di 351 desa nantinya juga akan mendapatkan pembinaan, pendampingan hingga akses memperoleh tambahan pembiayaan dari perbankan.

"Kami akan melakukan pembinaan sampai mengantarkan pelaku UMKM mendapat pinjaman. Karena, program ini diharapkan mampu menciptakan efek domino terhadap perekonomian daerah, mulai peningkatan produksi lokal, pembukaan lapangan kerja, penguatan daya saing UMKM di era digital dan pelaku usaha ke depannya bisa lebih mandiri," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner