Primaya Hospital Ekspansi di Jawa Barat, Hadirkan Layanan Berbasis Center of Excellence

Sugeng Sumariyadi
15/4/2026 12:15
Primaya Hospital Ekspansi di Jawa Barat, Hadirkan Layanan Berbasis Center of Excellence
Wali Kota Bandung M Farhan bersama CEO Primaya Hospital Group, Leona A Karnali saat pembukaan Primaya Rajawali Hospital.(MI/SUMARIYADI)

LAYANAN kesehatan di Kota Bandung semakin lengkap dan variatif. Yang terbaru, Primaya Hospital Group mengoperasikan Primaya Rajawali Hospital.

Kehadiran rumah sakit ini merupakan transformsi dari RS Rajawali, salah satu rumah sakit tertua dan terlengkap di Kota Kembang. Primaya Rajawali Hospital hadir untuk menjadi fasilitas layanan kesehatan terintegrasi berbasis Center of Excellence (layanan unggulan) di Bandung.

"Rumah sakit kami memiliki berbagai layanan unggulan, terutama  Oncology Center, yang berfokus pada penanganan kanker dengan teknologi terkini dan tenaga medis profesional," ungkap CEO Primaya Hospital Group, Leona A Karnali, di sela Grand Openting Primaya Hospital Rajawali, di Bandung, Rabu (15/4).

Selain itu, rumah sakit ini juga memiliki pelayanan Mother & Child Center dan Trauma Center. Selain itu juga akan mengembangkan Heart & Vascular Center, Brain & Neuro Center, hingga Urology & Nephrology Center.

Leona memastikan transformasi Primaya Rajawali Hospital menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Bandung. Khususnya pada penanganan penyakit tidak menular seperti kanker dan jantung yang terus menunjukkan tren peningkatan seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.


Onkologi Center


Berdasarkan data program inovasi kesehatan dan surveilans lokal, Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah kasus kanker terbesar di Indonesia, mencapai 156.977 kasus.

Di sisi lain, data Kementerian Kesehatan RI tahun 2025 menunjukkan prevalensi penyakit jantung di Jawa Barat berada pada peringkat ke-4 tertinggi secara nasional.

Menjawab kebutuhan tersebut, Primaya Rajawali Hospital menghadirkan layanan unggulan melalui Oncology Center serta Heart & Vascular Center. Rumah sakit ini menyediakan terapi seperti imunoterapi dan kemoterapi untuk penanganan kanker, serta layanan diagnostik dan penanganan penyakit jantung.

Leona menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas dan inklusif di Jawa Barat khususnya Bandung.

“Kami tidak hanya mengubah nama, tetapi mengembangkan rumah sakit berbasis layanan unggulan dengan peningkatan menyeluruh pada sistem layanan, teknologi, dan standar klinis, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital memiliki 20 poliklinik, kapasitas 102 tempat tidur, termasuk layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU. Rumah sakit ini didukung oleh 36 dokter spesialis dan subspesialis.

Primaya Rajawali Hospital juga dilengkapi teknologi medis modern seperti endoskopi, untuk mendukung diagnosis dan tindakan yang lebih presisi. Termasuk pengembangan layanan bedah minimal invasif dan diagnostik lanjutan.

Direktur Primaya Rajawali Hospital Budiyanto menambahkan transformasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup sistem layanan hingga pengalaman pasien.

“Kami mengimplementasikan digitalisasi melalui Electronic Medical Record, standardisasi clinical pathway berbasis evidence, serta penguatan budaya patient-centered care. Selain itu, kami juga menghadirkan Primaya App dan sistem rujukan internal antar jaringan, sehingga pasien dapat memperoleh second opinion tanpa perlu berpindah fasilitas,” jelasnya.


Keunggulan klinis dan pendekatan empati


Selain layanan kuratif, Primaya Rajawali Hospital juga menghadirkan pendekatan promotif dan preventif melalui program edukasi kesehatan rutin yang diselenggarakan setiap minggu. Ini sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan kesehatan jangka panjang.

Saat menghadiri pembukaan Primaya Rajawali Hospital Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dengan antusias menyambut operasional rumah sakit ini.

“Kami menyambut baik perkembangan ekosistem layanan kesehatan di Bandung. Kehadiran fasilitas kesehatan dengan layanan terintegrasi dan berbasis teknologi seperti yang diterapkan Primaya Rajawali Hospital diharapkan dapat meningkatkan akses layanan yang cepat, tepat, dan
berkualitas bagi masyarakat Bandung," tandasnya.

Mengusung tema “Commitment to Excellence, Compassion in Care”, Primaya
Rajawali Hospital menekankan keseimbangan antara keunggulan klinis dan pendekatan empati dalam pelayanan. Hal ini diwujudkan melalui penguatan sistem, teknologi, serta standar operasional yang berorientasi pada patient-centered care.

Selama masa pembukaan, Primaya Rajawali Hospital menghadirkan berbagai penawaran menarik, termasuk potongan 50% untuk konsultasi dokter spesialis serta paket skrining kesehatan seharga Rp299.000 yang dibuka hingga 30 Juni 2026.

Paket ini mencakup skrining kanker (pemeriksaan darah lengkap, urine, rontgen thorax + USG mammae gratis) serta skrining jantung (pemeriksaan darah lengkap, urine, rontgen thorax + EKG gratis).

“Primaya Rajawali Hospital juga berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang  terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan menjalin kerja sama bersama berbagai mitra penjaminan, mulai dari perusahaan, asuransi, BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Harapan kami, kehadiran Primaya Rajawali Hospital merupakan solusi
dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tandas Leona A Karnali.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner