Nelayan Indramayu yang Hilang Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Nurul Hidayah    
14/4/2026 18:40
Nelayan Indramayu yang Hilang Ditemukan dalam Kondisi Tewas
Tim SAR Gabungan bersiap melakukan pencarian terhadap seorang nelayan Indramayu yang hilang di tengah laut(MI/NURUL HIDAYAH)

SEORANG nelayan yang hilang di perairan Indramayu berhasil ditemukan Basarnas dan tim SAR gabungan.

Korban atas nama Tohir, 49, dilaporkan jatuh dari perahunya saat melaut seorang diri, Senin (13/4). Operasi pencarian telah dilakukan sejak hari pertama nelayan tersebut dilaporkan hilang.

Belum membuahkan hasil, pencarian kembali dilakukan hari ini, Selasa (14/4). Pada pukul 09.37 WIB, Basarnas bersama SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi tersangkut pada jaring nelayan sejauh 0,42 nautical mile dari last known position (LKP).

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Eretan menggunakan speed boat milik Ditpolair Cirebon. Jenazah korban dibawa ke Puskesmas Eretan untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan telah ditemukannya korban, pada pukul 10.35 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa  operasi ini merupakan hasil sinergi seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Dengan ditemukannya korban pada hari kedua pencarian, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh Tim SAR Gabungan yang telah bekerja maksimal di lapangan. Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing,” jelasnya.

Adapun kronologis hilangnya nelayan berawal saat korban berpamitan kepada istrinya untuk pergi melaut seorang diri menggunakan KM Julita Jaya, Senin (13/4) sekitar pukul 05.00 WIB. Sekitar pukul 07.30 WIB, saksi atas nama Carudin yang sedang menarik jaring menggunakan KM Sri Rejeki melihat perahu milik korban dalam kondisi tanpa awak dan hampir menabrak perahunya di sekitar Perairan Kali Menir, Indramayu.

Menyadari hal tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada Ketua KUD TPI Mina Bahari Eretan, yang kemudian diteruskan kepada pihak berwenang.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur di antaranya Basarnas, Ditpolairud Polda Jawa Barat, Satpolairud Polres Indramayu, serta potensi SAR lainnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner