Walhi Jabar Nilai Pemkab Bandung Gagal Atasi Bencana Banjir

Naviandri
14/4/2026 00:04
Walhi Jabar Nilai Pemkab Bandung Gagal Atasi Bencana Banjir
Banjir di Kabupaten Bandung.(Dok Diskominfo Kabupaten Bandung)

WALHI Jawa Barat melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyusul rangkaian bencana banjir dan longsor yang terus melanda wilayah tersebut. Walhi menilai Kabupaten Bandung kini berada dalam fase krisis ekologis yang mengkhawatirkan.

Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin, menyatakan keprihatinan mendalam bagi masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa banjir yang merendam wilayah Sapan, Rancatunjung, hingga Sapan Cikeruh pada 12 April 2026 merupakan bukti nyata kegagalan tata kelola ruang di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna.

“Bencana ini bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak langsung dari rusaknya ekosistem Sungai Citarik dan sistem drainase yang buruk. Kami menilai Pemkab Bandung tidak kompeten dalam memitigasi dampak alih fungsi lahan di kawasan hulu,” tegas Wahyudin, Senin (13/4).

Rangkaian Bencana di Belasan Kecamatan

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras sejak Selasa (7/4) hingga Minggu (12/4) telah memicu bencana di berbagai titik. Berikut adalah sebaran wilayah terdampak:

  • Banjir: Desa Majakerta (Kecamatan Majalaya) dan Jalan Tanggulun Ibun (Kecamatan Ibun).
  • Longsor: Desa Sukapura (Kertasari), Desa Tribaktimulya (Pangalengan), serta Desa Pangauban, Cikitu, Girimulya, dan Mandalahaji (Kecamatan Pacet).
  • Dampak Signifikan: Di Desa Majakerta, sebanyak 406 KK (1.413 jiwa) terdampak. Di Kecamatan Ibun, total 600 KK di tiga RW merasakan dampak banjir. Sementara di Kecamatan Pacet, sejumlah rumah roboh dan warga terpaksa mengungsi.
Catatan Kerusakan: Di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, derasnya arus sungai menyebabkan bantaran sungai tergerus sepanjang 20 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter.

Respons Pemerintah Kabupaten Bandung

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, Ciparay, Solokanjeruk, hingga Sapan Bojongsoang pada Senin (13/4).

Bupati memaparkan terdapat 13 kecamatan yang terdampak kombinasi banjir dan angin puting beliung. "Kami sedang melakukan asesmen menyeluruh terhadap jumlah rumah yang rusak, baik akibat angin kencang maupun tanggul jebol," ujar Dadang.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bandung telah menyiapkan skema bantuan bagi warga:

Kategori Kerusakan Bentuk Penanganan
Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Program perbaikan rumah reguler
Kerusakan Menengah ke Atas Bantuan dana kebencanaan

Bupati menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk penanganan darurat kebencanaan. "Kami tidak tinggal diam. Data awal menunjukkan 63 rumah rusak akibat puting beliung dan langsung kami upayakan perbaikan," pungkasnya. (AN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner