Buka Ruang dialektika, Ketua Umum Himapol Unsil Janji Politik Berkualitas

Kristiadi
13/4/2026 21:21
Buka Ruang dialektika, Ketua Umum Himapol Unsil Janji Politik Berkualitas
Ketua Himapol Unsil Restu Hanif(Dok Pribadi)

RESTU Hanif Haidar resmi terpilih sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) FISIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya periode 2026-2027. Keputusan itu ditetapkan melalui forum musyawarah mahasiswa yang digelar Sabtu (11/4). Restu terpilih melawan kotak kosong, menandakan kuatnya konsolidasi internal organisasi sekaligus menjadi titik awal kepemimpinan baru kampus tersebut.

Restu menyebut amanah yang diberikan bukan sekadar simbol kepercayaan, tapi mandat untuk menghadirkan perubahan konkret di tubuh organisasi. Pasalnya, Himapol harus mampu menjadi ruang dialektika yang sehat, kritis, dan solutif dalam merespons dinamika politik, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi kemenangan kolektif. Saya melihat ini sebagai tanggung jawab besar untuk membangun kultur intelektual yang progresif dan berintegritas,” ujar Restu, Senin (13/4).

Restu menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader melalui program strategis berbasis riset, advokasi hingga mahasiswa politik tidak cukup hanya memahami teori, tapi juga harus terlibat aktif dalam praktik demokrasi dan pengawasan kebijakan publik. Namun, tantangan politik Indonesia ke depan makin kompleks mulai polarisasi masyarakat, rendahnya kepercayaan publik terhadap institusi politik, hingga problem klasik seperti korupsi dan oligarki.

"Peran mahasiswa dinilai krusial sebagai agen perubahan mampu menjaga arah demokrasi tetap pada rel konstitusional dan mahasiswa harus kembali ke khitahnya sebagai moral force. Kita tak boleh apatis, justru di tengah situasi yang penuh tantangan ini, peran kritis mahasiswa sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Menurut Restu, perbaikan politik Indonesia ke depan harus dimulai dari reformasi sistemik, transparansi dalam proses politik, penguatan lembaga pengawas, serta pendidikan politik yang lebih inklusif dan berkelanjutan hingga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berbasis meritokrasi, bukan semata-mata relasi kekuasaan.

"Kami mendorong agar partisipasi politik generasi muda tidak berhenti pada momentum elektoral semata, tetapi juga berlanjut dalam pengawasan kebijakan dan keterlibatan dalam proses legislasi hingga demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan publik aktif dan berkesadaran. Kami mengajak elemen mahasiswa untuk membangun kolaborasi lintas organisasi dalam merespon iisu strategis bangsa," katanya.

Menurutnya, fragmentasi gerakan mahasiswa justru akan melemahkan daya tawar dalam mendorong perubahan dan kepemimpinan Himapol FISIP Universitas Siliwangi dapat menjadi motor penggerak diskursus politik yang berkualitas serta melahirkan kader tidak hanya cerdas secara akademik, tapi memiliki integritas dan keberpihakan pada kepentingan rakyat

“Kita harus meninggalkan ego sektoral dan gerakan mahasiswa harus solid, terarah agar mampu memberikan tekanan yang konstruktif terhadap kebijakan publik,” pungkasnya. (AD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner