Kemenhaj Kota Tasikmalaya Pastikan 1.348 Calhaj dan Petugas Berangkat dalam Empat Kloter

Kristiadi
13/4/2026 20:31
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Pastikan 1.348 Calhaj dan Petugas Berangkat dalam Empat Kloter
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa telah menyosialisasikan supaya aturan yang diberlakukan Arab Saudi agar mematuhinya dan Calhaj berasal dari Kota Tasikmalaya semuanya legal dan mereka juga telah dibekali izin mas(MI/Kristiadi )

KANTOR Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, memastikan kesiapan keberangkatan 1.348 calon jemaah haji (calhaj) beserta petugas untuk musim haji tahun 2026. Seluruh jemaah dipastikan akan mematuhi regulasi ketat yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi, termasuk penggunaan kartu tasreh sebagai izin masuk legal.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa, menyatakan bahwa seluruh proses administrasi, mulai dari paspor hingga visa jemaah, telah rampung. Saat ini, para jemaah hanya tinggal menunggu jadwal keberangkatan yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).

“Jelang keberangkatan, kami sudah menyosialisasikan aturan izin legal masuk menggunakan kartu tasreh. Untuk Kota Tasikmalaya, kami menyiapkan empat kloter,” ujar Husna Mustopa, Senin (13/4).

Jadwal Keberangkatan Kloter Kota Tasikmalaya

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pemberangkatan jemaah asal Kota Tasikmalaya akan dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

  • Kloter Pertama: Dijadwalkan berangkat pada 23 April 2026.
  • Kloter 20: Dijadwalkan berangkat pada 5 Mei 2026.
  • Kloter 28 & 29: Dijadwalkan berangkat pada 13 Mei 2026.

Secara nasional, pemberangkatan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 21 April 2026. Husna menegaskan hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal dari pemerintah pusat.

Pendampingan Petugas dan Kesiapan Fisik

Tahun ini, sebanyak 1.323 calon jemaah haji asal Kota Tasikmalaya akan didampingi oleh 25 petugas yang terdiri dari pembimbing ibadah dan tim kesehatan. Meskipun rangkaian kegiatan manasik telah dilakukan, pihak Kemenhaj melakukan penyesuaian strategi agar jemaah tidak mengalami kelelahan fisik sebelum tiba di Tanah Suci.

Fokus Pembekalan Jemaah:
  • Pemahaman rukun, wajib, dan sunnah haji.
  • Simulasi praktik ihram, tawaf, sa’i, dan wukuf.
  • Edukasi menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Husna juga mengimbau para jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga, mengatur pola makan, dan istirahat yang cukup. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang cenderung ekstrem, jemaah diminta untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi.

“Kami mengimbau agar calon jemaah meluruskan niat dan menjaga kondisi fisik. Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat serta meraih predikat haji mabrur dan mabruroh,” pungkasnya. (AD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner