SMKN 8 Kota Bandung Produksi Kendaraan Listrik, PLN Jawa Barat Berikan Dukungan

Sugeng Sumariyadi
13/4/2026 19:22
SMKN 8 Kota Bandung Produksi Kendaraan Listrik, PLN Jawa Barat Berikan Dukungan
Kendaraan listrik produksi SMKN 8 Kota Bandung yang mendapat dukungan dari PLN Jawa Barat.(MI/SUMARIYADI)

SMK Negeri 8 Kota Bandung berhasil memproduksi tiga jenis kendaraan listrik. Kendaraan pertama merupakan prototipe motor listrik hasil konversi.

Sepeda motor kedua merupakan costum yang dibangun dari nol. Sementara kendaraan ketiga ialah pengembangan inovasi Micro Cargo EV, yang dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Keberhasilan SMKN 8 Kota Bandung itu, diakui Deden Bhakti Indradi Daryana, salah satu guru, tidak terlepas dri dukungan komprehensif dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengungkapkan pihaknya terus mendorong kesiapan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Salah satu implementasinya dilakukan di SMK Negeri 8 Bandung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.

Sebelum adanya intervensi program pada 2025, pembelajaran terkait kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung telah mengacu pada kurikulum nasional “perawatan dan perbaikan motor listrik dan hybrid”.

Namun, implementasinya masih terbatas pada aspek teoritis, dengan fasilitas praktik yang belum memadai serta keterhubungan dengan industri yang belum optimal.


Dukungan dana


Melihat kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).

Melalui program ini, SMKN 8 Bandung kini memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dengan alokasi waktu rutin setiap minggu, didukung fasilitas baru berupa EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.

Sebanyak 16 guru dan 165 siswa mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri, yang dilengkapi dengan metode evaluasi pre-test dan post-test serta sertifikasi. Dampak program juga diperluas melalui keterlibatan SMK jejaring. Delapan guru dan 16 siswa turut mendapatkan peningkatan kompetensi serupa.

Dari sisi sarana, PLN juga memberikan dukungan berupa prototype motor listrik hasil konversi serta pengembangan inovasi Micro Cargo EV. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi media praktik langsung bagi siswa.

Transformasi pembelajaran pun mulai terlihat signifikan. Sebanyak 181 siswa kini memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif, sedangkan 24 guru telah memiliki kompetensi untuk mengajarkan materi tersebut secara mandiri.

Fasilitas yang tersedia juga telah memenuhi syarat untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B, bahkan membuka peluang pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


Penguatan SDM


Menurut Sugeng, program ini merupakan bagian dari peran PLN dalam mendukung transisi energi melalui penguatan SDM.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berperan dalam menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik. Melalui kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung, kami ingin memastikan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri benar-benar terwujud,” tambahnya.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang menjadi kunci keberhasilan transisi energi.

Keberhasilan program ini, tambah Sugeng, diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah lain.

“Kami berharap program ini dapat menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik di Jawa Barat, sehingga ekosistem EV dapat tumbuh secara berkelanjutan, dimulai dari dunia pendidikan,” tandasnya.

Kini, SMKN 8 Bandung tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik. Dari ruang kelas hingga bengkel praktik, siswa tidak lagi sekadar memahami teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner