Di Tengah Dorongan Efisiensi, Dedi Mulyadi Anggarkan Rp15 M untuk Renovasi Plaza Gedung Sate

Media Indonesia
13/4/2026 19:29
Di Tengah Dorongan Efisiensi, Dedi Mulyadi Anggarkan Rp15 M untuk Renovasi Plaza Gedung Sate
Gedung Sate(Antara)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mulai melakukan penataan ulang plaza depan Gedung Sate dengan nilai proyek mencapai Rp15 miliar. Revitalisasi ini bertujuan menghubungkan kawasan tersebut dengan Lapangan Gasibu, sekaligus mewujudkan rencana Gubernur Dedi Mulyadi menjadikan halaman Gedung Sate sebagai lokasi upacara kenegaraan. Hal ini menjadi sorotan karena saat ini pemerintah pusat melakukan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) sehingga kondisi fiskal daerah dalam kondisi cukup tertekan.

Area Plaza Mulai Dibongkar untuk Lapangan Upacara

Berdasarkan pantauan terbaru, sejumlah elemen taman di area depan Gedung Sate mulai dibersihkan. Rumput dan tanaman yang sebelumnya menghiasi kawasan tersebut telah dicabut, sementara material seperti ubin dan batu alam juga dibongkar. Langkah ini dilakukan untuk membuka ruang bagi pembangunan lapangan upacara yang baru.

Mengacu pada data dari Biro Umum Setda Jawa Barat, proyek ini dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026. Selain pembangunan plaza, penataan juga mencakup pedestrian dan ruang terbuka publik yang akan mencerminkan identitas budaya Jawa Barat.

Revitalisasi ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga titik utama, yaitu Plaza Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu. Total luas kawasan yang ditata mencapai sekitar 14.642 meter persegi.

Anggaran Rp15 Miliar dan Penegasan Fungsi Gedung Sate

Dengan anggaran Rp15 miliar yang telah melalui proses tender pada Maret 2026 melalui sistem Inaproc, proyek ini diharapkan mampu mengembalikan posisi Gedung Sate sebagai pusat utama Jawa Barat. Selama ini, keberadaan gedung tersebut dinilai kurang menonjol akibat tertutup bangunan tinggi di sekitarnya.

Nasib Prasasti Sapta Taruna Jadi Sorotan

Meski demikian, proyek ini memunculkan pertanyaan terkait keberadaan Batu Prasasti Sapta Taruna yang selama ini menjadi simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, memastikan bahwa penataan akan dilakukan secara terencana.

"Penataan direncanakan dilaksanakan pada 8 April 2026 - 6 Agustus 2026. Penataan ini akan dilakukan secara sistematis dan transparan. (Untuk prasasti) akan ada penataan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar Mas Adi Komar dalam keterangan dan dikonfirmasi tertulis di Bandung.

Sudah Melalui Kajian Teknis

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa kebijakan revitalisasi tersebut telah melalui kajian teknokratis.

"Ini arahan pak gubernur dan tentu didasarkan pada kajian teknokratis, dengan tujuan memberikan manfaat yang lebih besar," ujar Herman saat dikonfirmasi di Bandung beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut akan diarahkan menjadi ruang publik terintegrasi yang juga memperkuat nilai simbolis Jawa Barat.

"Nanti akan kami cek kembali desainnya, termasuk timeline yang jelas," tutur Herman menanggapi detail teknis pembangunan yang tengah terus berjalan tersebut.

Ambisi Pindahkan Upacara Kenegaraan

Revitalisasi Gedung Sate ini juga merupakan bagian dari visi Gubernur Dedi Mulyadi untuk memindahkan lokasi upacara kenegaraan dari Gasibu ke halaman depan Gedung Sate.

"Ke depan saya punya rencana, dan berharap ke depan itu upacara kemerdekaan pingin di sini (depan Gedung Sate)," ujar Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu. 

Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

Pemprov Jabar sebelumnya menghadapi pemangkasan dana transfer pusat sebesar Rp2,458 triliun pada APBD 2026, menurunkan proyeksi anggaran dari Rp31,1 triliun menjadi sekitar Rp28,3–28,6 triliun. Pemotongan ini mencakup Dana Bagi Hasil (DBH), DAU, dan DAK fisik. (Ant/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner