Kebijakan WFH Diterapkan, DPRD Kota Sukabumi Wanti-wanti tak Ganggu Pelayanan

Beny Bastiandy
10/4/2026 18:29
Kebijakan WFH Diterapkan, DPRD Kota Sukabumi Wanti-wanti tak Ganggu Pelayanan
WFH: Pemkot Sukabumi menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN).(MI/Benny Bastiandi)

KEBIJAKAN work from home (WFH) mulai diterapkan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat, hari ini. DPRD setempat pun turut menyoroti kebijakan tersebut karena secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astina, memandang perlu adanya kajian mendalam terhadap kebijakan tersebut. Artinya, kebijakan WFH harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di daerah.

"Jadi, implementasinya di daerah itu tidak harus disamaratakan. Perlu dikaji kembali yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah. Poinnya, jangan sampai kebijakan mengganggu pelayanan," kata Feri kepada wartawan, Jumat (10/4).

Kebijakan serupa pernah diterapkan saat pandemi covid-19. Namun, kata Feri, kondisi saat itu dengan saat ini berbeda.

Saat pandemi, kebijakan WFH diterapkan untuk meminimalkan interaksi masyarakat sebagai upaya menekan penyebaran covid-19. Saat ini, penerapan WFH salah satunya untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah.

"Ini artinya, kondisi saat ini masih ada alternatif lain selain WFH. Misalnya, mewajibkan ASN menggunakan sepeda saat ke kantor atau kebijakan lain sejenisnya yang bisa meminimalkan penggunaan BBM," ucap legislator Fraksi Partai Golkar ini.

Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Feri juga menegaskan pentingnya regulasi daerah yang jelas dan terukur agar implementasi kebijakan WFH dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. 

"Harus ada regulasi di daerah yang memastikan kebijakan ini berjalan efektif sehingga tujuannya bisa tercapai maksimal," pungkasnya. (BB/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner