Pendukung Ahmad Hidayat tak Perlu Risau, Mereka akan Jadi Pengurus Golkar Jawa Barat

Sugeng Sumariyadi
09/4/2026 17:26
Pendukung Ahmad Hidayat tak Perlu Risau, Mereka akan Jadi Pengurus Golkar Jawa Barat
Para kader Partai Golkar Jawa Barat dalam Musyawarah Daerah 2026(ISTIMEWA)

MUSYAWARAH Daerah Partai Golkar Jawa Barat telah berakhir. Secara aklamasi, Daniel Mutaqien terpilih sebagai ketua, setelah satu kandidat kuat lainnya Ahmad Hidayat mundur dari pencalonan.

Terpilihnya Daniel tidak perlu dirisaukan pendukung Ahmad Hidayat. Menurut anggota DPD Partai Golkar Jawa Barat, Asep Suparman, kubu pendukung Ahmad Hidayat pada Musdalalu akan tetap terakomodasi dalam struktur kepengurusan, jika Ahmad ditetapkan sebagai Sekretaris DPD Golkar Jabar.

Dia menegaskan, langkah Ahmad Hidayat yang tidak melanjutkan pencalonan dalam Musda merupakan bagian dari kompromi politik internal, dengan komitmen menjaga soliditas partai sekaligus mengakomodasi para pendukungnya.

“Pak Ahmad punya komitmen bukan hanya menyelamatkan diri, tapi juga memastikan gerbong pendukungnya, baik DPD maupun ormas, ikut terbawa dalam kepengurusan,” tandasnya, Kamis (9/4).

Menurut dia, komitmen tersebut juga berkaitan dengan rencana penempatan Ahmad Hidayat sebagai sekretaris DPD Golkar Jabar, yang disebut mendapat perhatian langsung dari DPP Partai Golkar.

Dalam dinamika Musda, lanjut Asep, proses yang terjadi bukan sekadar mundurnya kandidat, melainkan bentuk kompromi untuk meredam potensi konflik internal.

“Bukan mundur dalam arti kalah, tapi ada kesepakatan agar tidak ada lagi gesekan di internal partai,” katanya.

Dia menambahkan, Ketua DPD Golkar Jabar terpilih, Daniel Mutaqien, juga telah menyampaikan komitmen untuk menghapus sekat antar kubu pasca-Musda.

“Sudah tidak ada lagi kubu-kubuan. Dalam tradisi Golkar, selesai pertandingan ya selesai, semua kembali menyatu,” ucapnya.

Gubernur Jabar


Ia juga menilai, kedekatan Ahmad Hidayat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru dapat menjadi nilai tambah bagi partai, terutama dalam membangun komunikasi politik dengan pemerintah daerah.

Menurut Asep, hubungan tersebut memiliki latar belakang historis, mengingat Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jabar dan berperan dalam perjalanan politik Ahmad Hidayat.

“Kedekatan itu wajar secara emosional. Bahkan saat Pilgub, Golkar juga ikut dalam koalisi pemenangan,” katanya.

Dengan posisi sekretaris yang berbasis di daerah, kata dia, komunikasi antara partai dan pemerintah provinsi dinilai bisa lebih intens dibanding sebelumnya.

“Kalau sekretarisnya di Bandung, komunikasi bisa lebih sering, lebih cair. Itu justru menguntungkan bagi partai,” ucapnya.

Meski demikian, Asep mengaku belum mengetahui secara pasti hasil akhir rapat formatur yang telah dilakukan untuk menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Jabar periode mendatang



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner