Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Gelar Imunisasi Campak, Sasar 6.000 Balita

Kristiadi
08/4/2026 18:28
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Gelar Imunisasi Campak, Sasar 6.000 Balita
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra(MI/KRISTIADI)

DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menemukan 38 orang positif tertular campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus ini ditemukan awal Januari hingga Maret 2026.

Dinas Kesehatan mencatat 120 suspek. Saat ini, semua pasien telah  sembuh setelah mereka sempat mendapat rawat inap secara intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, kasus campak di wilayahnya sejak Januari hingga Maret menemukan 120 kasus suspek. Dari hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 38 anak di antaranya positif campak.

Semua pasien mendapat perawatan di RSUD Dr Soekardjo. Tidak ada kematian dalam kejadian tersebut.

"Temuan berawal dari pemeriksaan di puskesmas. Ditemukan ada 120 kasus suspek," ujarnya, Rabu (8/4).

Untuk menekan kasus penyakit campak di Kota Tasikmalaya terus dilakukan imunisasi.

"Dinas Kesehatan terus gencar melakukan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) yang dilakukan di puskesmas dan posyandu dengan sasaran lebih dari 6.000 balita. Bagi ibu yang memiliki balita supaya memeriksakan anaknya agar memiliki kekebalan tubuh. Penyakit campak bisa dicegah dengan imunisasi," katanya.

Menurut Asep, imunisasi dilakukan untuk anak usia 9 bulan, usia 18 bulan hingga kelas 1 SD. Petugas kesehatan di puskesmas diimbau selalu meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan memakai masker serta alat pelindung diri.

"Kami berharap agar tenaga kesehatan bisa memperketat gejala inspeksi yang muncul mulai batuk berdahak, demam tinggi, filek, mata merah, dan keluar bintik merah dari tubuh. Jika ada gejala itu segera mendapat perawatan secara intensif. Pasien yang bergejala di rumah jangan berkumpul dengan anak sehat, termasuk saat beraktivitas makan," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner