Petani di Majalengka Didorong untuk Lakukan Percepatan Tanam

Nurul Hidayah    
08/4/2026 18:05
Petani di Majalengka Didorong untuk Lakukan Percepatan Tanam
Petani di sejumlah daerah di Jawa Barat tengah melakukan panen.(MI/NURUL HIDAYAH)

PETANI di Kabupaten Majalengka diminta untuk melakukan percepatan tanam di musim tanam (MT) II. Percepatan tanam dilakukan mengingat musim kemarau datang lebih awal dan lama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKP3 ) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada penyuluh lapangan pertanian untuk segera berkoordinasi dengan kelompok tani dan para petani di wilayah masing-masing.

“Saat ini belum seluruh petani melakukan panen. Mereka baru akan melakukan panen MT I karena sebelumnya terlambat melakukan tanam akibat curah hujan yang tidak merata. Diantaranya tersebar di Kecamatan Jatitujuh, Ligung dan sebagian Kertajati yang tidak mendapat pasokan air irigasi," tuturnya, Rabu (8/4).

Petani, lanjut dia, didorong untuk segera melakukan tanam di MT II jika telah selesai melakukan panen MT I. Saran ini dilakukan seiring dengan adanya pemberitahuan dari BMKG yang menyebutkan musim kemarau diperkirakan akan terjadi lebih awal.

“Semua petugas lapangan telah berkoordinasi apalagi untuk daerah–daerah sawah tadah hujan yang biasa melakukan dua kali tanam karena mereka mengandalkan curah hujan untuk pengairannya,” ungkap Gatot.

Namun,  lanjut dia, di Kabupaten Majalengka saat ini juga sudah ada areal pertanian yang melakukan panen. Dengan luas lahan panen yang mencapai 31.253 hektare menghasilkan hingga 204.261 ton gabah.

“Data tersebut terhitung mulai Januari hingga Maret 2026,” paparnya.

Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis Prediksi Musim Kemarau 2026 untuk wilayah Jawa Barat. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan model prediksi iklim periode normal 1991–2020, musim kemarau tahun ini diprakirakan datang lebih cepat dari normal dengan sifat hujan didominasi bawah normal di sebagian besar wilayah.

Awal musim kemarau diprakirakan terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei 2026.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner