Antisipasi Kekeringan, BPBD Tasikmalaya Data Sumber Mata Air hingga Sumur Bor

Kristiadi
07/4/2026 18:14
Antisipasi Kekeringan, BPBD Tasikmalaya Data Sumber Mata Air hingga Sumur Bor
BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan 6 unit truk pengangkut air untuk menghadapi musim kemarau di bulan Mei dan kesiapsiagan terus dilakukan termasuk sejumlah truk damkar menghadapi kebakaran hutan dan lahan.(MI/Kristiadi)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai melakukan langkah proaktif guna mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem pada musim kemarau 2026. Upaya mitigasi difokuskan pada pendataan sumber mata air dan optimalisasi bantuan sumur bor di wilayah utara maupun selatan Tasikmalaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengungkapkan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi akan memiliki durasi yang lebih panjang dan kondisi yang lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

Transisi Musim: Dari Hidrometeorologi Basah ke Kering

Roni menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Tasikmalaya masih berada dalam status kesiapsiagaan hidrometeorologi basah. Namun, kondisi ini diperkirakan akan segera berakhir pada penghujung April.

"Di bulan April ini statusnya masih kesiapsiagaan hidrometeorologi basah, dan puncaknya terakhir pada bulan ini. Namun, memasuki bulan Mei hingga September atau Oktober, kita akan beralih ke kesiapsiagaan musim kemarau berdurasi panjang," ujar Roni AKS, Selasa (7/4).

Kondisi kemarau panjang tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya penurunan debit air pada sumur warga, sumber mata air, hingga saluran irigasi yang dapat berdampak pada sektor pertanian. Selain itu, kekeringan ekstrem juga meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Optimalisasi Sumur Bor dan Pemetaan Wilayah Krisis

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menginstruksikan aparatur pemerintah desa dan camat untuk aktif berkomunikasi serta mendata kembali aset infrastruktur air yang ada. Fokus utama adalah memastikan sumur bor bantuan dan pompa air dalam kondisi berfungsi dengan baik.

Berdasarkan data tahun lalu, beberapa wilayah yang menjadi titik prioritas karena tingginya permintaan air bersih meliputi:

  • Cikawungading (Kecamatan Cipatujah)
  • Kadipaten
  • Salopa
  • Rajapolah
  • Cineam
  • Karangjaya
  • Sukarame
  • Singaparna
  • Cigalontang
  • Jamanis

Distribusi Air Bersih Gratis

Jika krisis air bersih mulai melanda, BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah menyiapkan armada distribusi. Sebanyak 6 unit truk tangki dari BPBD dan Perumda PDAM Tirta Sukapura disiagakan untuk menyuplai kebutuhan warga.

"Penyaluran air bersih bagi masyarakat akan dilakukan tanpa ada pungutan apapun alias gratis. Kami berupaya agar bantuan bisa secepatnya diberikan begitu ada laporan masuk," tegas Roni.

Meski tengah bersiap menghadapi kemarau, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana di sisa bulan April ini. Curah hujan yang masih tinggi disertai angin kencang sewaktu-waktu dapat memicu bencana longsor dan banjir di wilayah rawan. (AD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner