Cegah Peredaran Narkotika, BNN Jawa Barat Perketat Pengawasan Vape

Bayu Anggoro
06/4/2026 18:29
Cegah Peredaran Narkotika, BNN Jawa Barat Perketat Pengawasan Vape
Kepala BNN Jawa Barat Brigjen Polisi Sulistyo Pudjo Hartono(MI/BAYU ANGGORO)

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap tren penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan generasi muda. Langkah ini diambil menyusul adanya temuan penyalahgunaan cairan vape yang disusupi zat narkotika.

Kepala BNN Jawa Barat Brigadir Jenderal Polisi Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, vape yang tengah menjadi tren gaya hidup remaja kini menjadi sasaran empuk peredaran narkoba jenis baru. Para pelaku menyisipkan zat berbahaya ke dalam isiannya mengelabui petugas dan masyarakat.

"Penggunaan vape sebagai tren pengganti rokok di kalangan generasi muda sekarang dimanfaatkan jaringan narkoba dengan mengisi cairan tersebut dengan zat narkotik," kata Sulistyo di Bandung, Senin (6/4).

Ia menyebutkan, beberapa zat yang kerap ditemukan dalam cairan vape  tersebut di antaranya adalah Etomidat dan THC atau ganja cair.

Etomidat merupakan zat narkotik yang bersifat relaksan dan telah ditemukan di beberapa wilayah seperti Yogyakarta dan Jakarta. Peredaran zat ini tergolong sangat berbahaya dan bernilai ekonomi tinggi.

"THC cair ini pada dasarnya adalah ganja cair yang dimasukkan ke dalam isian vape. Harganya cukup mahal dan efeknya sangat merusak," katanya.

Guna memutus rantai peredaran tersebut, BNN Jawa Barat akan memperketat pengawasan distribusi vape di toko-toko serta tempat berkumpulnya anak muda.

Sulistyo menegaskan, pihaknya melalui Bidang Pemberantasan akan bersinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) serta instansi terkait lainnya.

"Kami akan tindak lanjuti dengan melakukan pengawasan ketat, terutama di tempat-tempat nongkrong. Masalahnya, secara kasat mata masyarakat sulit membedakan mana vape normal dan mana yang sudah berisi narkotik," jelasnya.

Hingga kini, BNN masih terus melakukan pelacakan terhadap sumber produksi cairan berbahaya tersebut, baik yang berasal dari dalam negeri maupun kiriman luar negeri. Pengawasan di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya menjadi prioritas mengingat tingginya populasi pengguna vape dari kalangan remaja di wilayah ini.

"Orangtua dan pengelola toko vape harus lebih selektif dan waspada terhadap peredaran cairan yang tidak memiliki izin resmi atau mengandung zat mencurigakan," tegasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner