Dalam 3 Bulan, 804 Kasus Campak Ditemukan di Cianjur

Benny Bastiandy
06/4/2026 17:51
Dalam 3 Bulan, 804 Kasus Campak Ditemukan di Cianjur
Kantor Dinas Kesehatan Cianjur melaporkan adanya ratusan temuan kasus terindikasi campak.(MI/BENNY BASTIANDY)

JUMLAH temuan indikasi campak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencapai 804 kasus. Jumlah kasus tersebut yang dilaporkan fasilitas kesehatan primer melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) sepanjang periode Januari-Maret tahun ini.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Javed Sumawe Mataputung, menjelaskan memasuki pekan ke-12 tahun ini, tercatat ada 804 kasus indikasi campak. Dari jumlah tersebut, terdapat 4 kasus yang merupakan suspek.

"Untuk memastikan yang positif, kita mengirimkan 4 sampel suspek atau yang dicurigai campak. Jadi, untuk memastikan positif campak atau tidak itu, selain melihat gejala klinis, juga harus terkonfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium," ujarnya, Senin (6/4).

Hasil pemeriksaan laboratorium, kata dia, 1 sampel dinyatakan positif campak. Sementara tiga sampel lainnya negatif.

"Kalau melihat analisa tren kasus berdasarkan SKDR, ada peningkatan cukup tinggi pada pekan kedua dan ketiga. Namun jumlah kasusnya cukup melandai memasuki pekan ke-9 hingga ke-12," tuturnya.

Javed menjelaskan, satu orang yang positif diketahui belum mendapatkan imunisasi atau vaksin campak. Padahal, sejauh ini pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas, puskesmas pembantu, maupun posyandu sudah menyediakan layanan imunisasi.

"Di Kabupaten Cianjur ada 48 puskesmas. Semuanya melayani imunisasi, termasuk fasilitas kesehatan lain seperti pustu ataupun posyandu," tegasnya.

Namun, lanjut dia, soal imunisasi itu kembali lagi kepada kesadaran masyarakat. Karena itu, Dinkes Kabupaten Cianjur cukup masih mengedukasi dan menyosialisasikan pentingnya imunisasi sejak usia dini.

"Untuk saat ini tetap kita mengedepankan upaya sosialisasi dan edukasi, terutama di tingkat puskesmas dan rumah sakit," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner