Kabupaten Bandung Darurat Sampah, Bupati Dorong Optimalisasi TPPAS Sarimukti

Naviandri
06/4/2026 17:36
Kabupaten Bandung Darurat Sampah, Bupati Dorong Optimalisasi TPPAS Sarimukti
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menghadiri rapat koordinasi penanganan sampah di rumah pribadi Gubernur Jabar, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.(MI/NAVIANDRI)

PEMERINTAH Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah yang saat ini berada pada kondisi darurat, terutama pasca libur Lebaran.

Lonjakan timbulan sampah di Kabupaten Bandung tercatat hampir mencapai 1.500 ton per hari, melebihi kapasitas armada dan ritase pengangkutan yang tersedia.

Kondisi itu disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Permasalahan Persampahan di wilayah Bandung Raya bersama sejumlah daerah di Jawa Barat, pada Minggu (5/4).

Kegiatan yang berlangsung di Lembur Pakuan ini turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq serta perwakilan pemerintah daerah se-Bandung Raya dan sekitarnya.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa pengelolaan sampah regional akan dipusatkan di TPPAS Sarimukti dengan kapasitas awal mencapai 3.700 ton per hari. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menangani persoalan sampah yang kian mendesak di wilayah Bandung Raya.


Kesadaran masyarakat


Dadang menyampaikan bahwa saat ini wilayahnya tengah menghadapi kondisi darurat sampah, terutama pasca libur Lebaran. Lonjakan timbulan sampah di Kabupaten Bandung hampir mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Hal ini tentu tidak sebanding dengan kapasitas armada maupun ritase pengangkutan yang tersedia.

Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kami menyambut baik optimalisasi TPPAS Sarimukti sebagai bentuk sinergi antardaerah. Ini adalah langkah konkret menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien dan berkelanjutan,” terang dia.

Menurut Dadang, optimalisasi TPPAS Sarimukti direncanakan akan terintegrasi dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dengan demikian, selain menyelesaikan persoalan lingkungan, pengelolaan sampah juga dapat memberikan nilai tambah berupa energi listrik bagi masyarakat.

"Di samping itu, saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya, guna mendukung keberhasilan program penanganan sampah secara menyeluruh di Bandung Raya," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner