Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Kuningan Petakan Daerah Rawan Krisis Air Bersih dan Karhutla

Nurul Hidayah    
06/4/2026 17:23
Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Kuningan Petakan Daerah Rawan Krisis Air Bersih dan Karhutla
Petugas berupaya memadamkan api yang membakar lahan saat kemarau di Kabupaten Kuningan(MI/NURUL HIDAYAH)

KABUPATEN Kuningan mengantisipasi panjangnya musim kemarau tahun ini sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami memperkuat langkah antisipasi menghadapi perubahan musim tahun 2026,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Senin (6/4).

Dia menjelaskan hingga akhir April status kesiapsiagaan masih berada pada siaga hidrometeorologi basah. Namun, memasuki Mei, status akan beralih menjadi kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Untuk musim kemarau tahun ini, berdasarkan prakiraan dari BMKG, diprediksi durasinya akan lebih panjang. “Ini tentu berbeda dengan tahun lalu yang merupakan kemarau basah, “ paparnya.

Selain itu, lanjut Indra, BPBD Kabupaten Kuningan juga telah memetakan daerah yang mengalami krisis air bersih maupun rawan kebakaran hutan di musim kemarau mendatang. Di wilayah timur Kabupaten Kuningan, diantaranya meliputi Kecamatan seperti Cimahi, Karangkancana, Cidahu, dan Cibingbin, merupakan daerah yang kerap dilanda krisis  air bersih di musim kemarau.

“Wilayah-wilayah tersebut hampir setiap tahun terdampak kekeringan. Karena itu, kami dorong upaya mitigasi seperti pipanisasi dan optimalisasi sumber mata air agar tidak selalu bergantung pada dropping air,” tambahnya.


Karhutla


Sementara untuk ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) biasanya rawan terjadi di utara Kuningan yang berbatasan dengan kawasan Perhutani dan Taman Nasional Gunung Ciremai. Yang menjadi titik rawan di antaranya meliputi Kecamatan Pasawahan, Mandirancan, Cilimus, hingga Jalaksana.

“Namun kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi juga berpotensi muncul di permukiman warga akibat aktivitas pembakaran yang tidak terkendali,” papar Indra.

Untuk itu dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang. Karena sangat berisiko memicu kebakaran.

BPBD Kabupaten Kuningan juga akan mengoptimalkan kembali peran Satgas Karhutla sesuai instruksi presiden, dengan memperkuat koordinasi lintas instansi agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan efektif.

“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dengan menghemat penggunaan air, menjaga kelestarian sumber mata air, serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” tandas Indra.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner