Tahun ini, 19 Orang di Kota Tasikmalaya Terjangkit HIV/AIDS, Didominasi Usia Produktif

Kristiadi
06/4/2026 17:17
Tahun ini, 19 Orang di Kota Tasikmalaya Terjangkit HIV/AIDS, Didominasi Usia Produktif
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Tasikmalaya, Tarlan(MI/KRISTIADI)

KOMISI Penanggulangan AIDS Kota Tasikmalaya mencatat terjadi 19 kasus baru HIV/AIDS pada 2026 ini. Jumlah ini menurun dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Pada kasus baru penyebabnya didominasi hubungan seks sesama jenis, khususnya pada laki-laki. Selain itu, kebanyakan penderita merupakan usia produktif.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Tasikmalaya, Tarlan mengatakan, kasus HIV/AIDS di wilayahnya tervalidasi secara nasional melalui SIHA.

Berdasarkan data tercatat ada 19 kasus baru pada 2026. Total jumlah kasus sejak 2004 hingga 2025 mencapai 1.497 kasus dengan angka kematian 330 jiwa.

"Temuan ksus baru pada  2026 didapat setelah dilakukan skrening pada usia produktif berisiko tinggi," ujarnya, Senin (6/4).

Menurut dia, kasus HIV/AIDS cenderung mengalami peningkatan cukup signifikan. Sejak 2022 tercatat 145 kasus, 2023 tercatat 145 kasus, 2024 ada 169 kasus, 2025 ada 146 kasus dan 2026 menurun tercatat 19 kasus.

Kelompok risiko yang tertular HIV/AIDS antara lain lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, wanita pekerja seks (WPS), ibu hamil dan usia produktif rentan terpapar.

"Penderita didominasi usia produktif mulai 20 tahun ke bawah, 20-40 tahun dan 40 tahun ke atas. Kami juga menemukan adanya dua kasus ibu hamil yang terpapar. Jumlah penderita terbanyak berada di Kecamatan Tawang, Cipedes dan Cihideung," katanya.

Dia menegaskan kasus HIV/AIDS belum bisa disembuhkan secara total, tapi pengidap dapat hidup normal dengan rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup. Fungsinya untuk menekan jumlah virus dalam tubuh, sehingga menurunkan risiko penularan dan menjaga daya tahan tubuh tetap baik, kualitas hidup ODHA bisa tetap terjaga.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner