Boskoi Bantu Pembangunan Rutilahu di Kabupaten Bandung

Bayu Anggoro
06/4/2026 17:04
Boskoi Bantu Pembangunan Rutilahu di Kabupaten Bandung
Boskoi, Irfan Hakim dan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb di rumah Saparudin yang tengah direnovasi.(MI/BAYU ANGGORO)

PROGRAM pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata. Tidak sedikit masyarakat dan kalangan usaha yang ikut membantu.

Salah satu dari mereka ialah Hartono Soekwanto. Yang terbaru, pengusaha yang dikenal sebagai Bos Koi ini membantu pembangunan rutilahu milik warga Kabupaten Bandung.

Kali ini, rumah milik Saparudin, 56, warga Dusun Babakan Cikeruh RT 02 RW 14, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, yang sebelumnya dalam kondisi memperihatinkan akhirnya diperbaiki melalui kolaborasi berbagai pihak.

Bos Koi, Hartono Soekwanto, turut menyumbangkan materinya untuk pembangunan rutilahu tersebut, Minggu (5/4). Hartono mengaku dirinya tidak menghitung berapa banyak rumah yang telah ia bantu perbaiki.

"Saya membantu karena ingin membahagiakan orang lain. Kita membahagiakan orang itu sebagian dari ibadah. Jadi intinya tidak ada orang yang miskin karena bersedekah. Itu tidak ada,” katanya.

Pembangunan rutilahi ini mendapat dukungan dan dihadiri presenter dan publik figur, Irfan Hakim. Artis asal Bandung ini mengatakan, di era media sosial saat ini, kebaikan perlu disebarkan agar bisa menginspirasi lebih banyak orang.

“Dengan adanya sosial media kita bisa tahu lebih banyak dan menyampaikan lebih bebas. Kebaikan ini juga harus disiarkan supaya menginspirasi banyak orang dan membuka mata bahwa masih banyak orang yang hidup di bawah standar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar selalu bersyukur dan menjaga kerukunan. “Jangan berantem. Kadang ketika susah adem ayem, tapi ketika sudah ada kenyamanan dan harta justru jadi sumber pertikaian. Mudah-mudahan warga Kabupaten Bandung tetap balageur."


Dihuni 12 orang


Saparudin mengaku sangat terharu rumahnya akhirnya diperbaiki setelah bertahun-tahun dalam kondisi rusak. Rumahnya dihuni bersama 12 anggota keluarga.

“Saya merasa terharu. Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Tidak menyangka banyak yang peduli seperti Pak Wakil Bupati dan Pak Hartono datang langsung ke sini,” ungkapnya.

Dia juga menyebut selama proses pembangunan rumah, dirinya dan keluarga telah disiapkan rumah kontrakan sementara. "Alhamdulillah sudah disiapkan juga kontrakan.:

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, mengatakan program Rutilahu merupakan hasil kolaborasi pemerintah, desa, donatur dan masyarakat.

"Hari ini saya datang ke lokasi, tapi bukan saya sendiri. Saya bersama Kang Irfan, Pak Hartono, dan juga tim. Alhamdulillah ada sumbangsih juga dari Kang Irfan dan Pak Hartono untuk membantu membenahi rutilahu bagi masyarakat,” katanya.

Dia mengakui informasi mengenai rumah tidak layak huni seringkali diketahui dari laporan masyarakat, termasuk melalui media sosial.

“Karena kemarin sempat ramai juga di media sosial. Alhamdulillah dengan adanya media sosial, pemerintah juga bisa mengetahui apa yang terjadi di masyarakat,” katanya.


Donasi gotong royong

 

Sementara itu, inisiator perbaikan rumah layak huni, Yudha, mengatakan pembangunan rumah dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, donatur, dan swadaya masyarakat.

“Alhamdulillah kita bisa berkolaborasi dengan desa dan para donatur untuk pembangunan rumah ini,” tandasnya.

Bantuan program Rutilahu pemerintah sebesar Rp20 juta. Rumah Saparudin mendapat sumbangan bantuan dari donatur dan swadaya masyarakat, di antaranya Hartono Soekwanto, Irfan Hakim, Oghel Zulvianto, Anggota DPR RI Ahmad Heryawan dan beberapa donatur lainnya.

“Alhamdulillah terkumpul dari swadaya dan donatur. Kalau dari RAB totalnya sekitar Rp54 jutaan,” jelasnya.

Selain pembangunan rumah, pihaknya juga berencana membantu membuat warung agar keluarga penerima bantuan memiliki usaha dan penghasilan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner