Empat Tahun, Darul Hikam dan Bellarine Secondary College Australia Jalin Sister School

Sugeng Sumariyadi
06/4/2026 14:04
Empat Tahun, Darul Hikam dan Bellarine Secondary College Australia Jalin Sister School
Siswa SMA Darul Hikam berbincang akrab dengan siswa Bellarine Secondary College Australia yang berkunjung ke sekolah mereka di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.(MI/SUMARIYADI)

SALING mengunjungi antara siswa SMA Darul Hikam International (DHIS) Secondary dan Bellarine Secondary College Australia sudah berlangsung sejak 2022 lalu. Kedua sekolah telah menjalin kerja sama dalam bingkai Sister School.

Setelah 2025 lalu, puluhan siswa DHIS berkunjung ke Australia, giliran siswa Bellarine mengunjung Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (6/4). Kunjungan akan berlangsung selama dua hari.

Pertemuan antara siswa kedua sekolh tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah. Selama Senin-Selasa, mereka akan bersama-sama melakukan kegiatan di luar sekolah, mulai dari aktivitas olahraga, kebudayaan, kesenian dan ekonomi.

Kepala Bagian Internasional Darul Hikam, Binar Kasih Sejati mengungkapkan, para siswa akan sama-sama belajar membatik, naik kuda, panahan hingga berbarengan memainkan kaulinan Sunda.

"Kami sama-sama belajar berbahasa Inggri dan Bahasa Indonesi. Kebanyakan siswa Bellarine yang ikut memang peserta studi Bahasa Indonesi," paparnya.

Dia menyatakan program sister school ini banyak manfaatnya. Bagi siswa DHIS bisa belajar Bahasa Inggris dari sumbernya langsung atau native speaker. Selain itu, wawasan semua siswa juga bisa bertambah sekaligus menambah teman.

DHIS Secondary sudah menjalin sister school dengan Bellarine Secondary College Australia, sejak 2022. Dimulai dari class room activity.

Pada 2025, DHIS sempat membawa 23 siswa untuk belajar di Bellarine. "Pada 2026 ini, mereka yang datang. Jadi ini sister school yang sudah bertahun-tahun kita jalin. Hari ini, mereka berkesempatan melakukan kunjungan, belajar di sini."


Nuansa Islami


Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia Bellarine Secondary College, Jennie Claridge mengaku membawa 28 siswa ke Bandung. Mereka akan belajar soal proses belajar mengajar di Indonesia. Selain itu, siswa dari Australia ini juga berkesempatan melihat langsung kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesi, khususnya di Bandung.

"Kepala Sekolah kami sudah lama menjalin hubungan sister school dengan sekolah di Indonesia. Kebetulan, saya punya hubungan baik dengan DHIS Secondary Lembang ini," ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa alasan pihaknya memilih DHIS sebagai sister school. Salah satu alasannya, karena ingin bekerja sama dengan sekolah yang benar-benar kental dengan budaya dan kehidupan Indonesia termasuk dalam menjalankan agamanya yang mayoritas islam.

"Makanya, kami memilih DH karena siswa bisa belajar tentang budaya Indonesia dan agama Islam," tandasnya.

Jennie menilai, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh siswa dari program sister school ini. Karena, siswa tak hanya belajar soal budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Siswa yang ingin melanjutkan belajar soal Indonesia lebih lanjut akan mendapatkan banyak informasi.

"Siswa yang mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia apalagi dibawa berkunjung ke sister school,  mereka akan cenderung condong tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia di level universitas nantinya," katanya.

Jennie mengakui para siswa yang dibawa terlihat sangat antusias. Selain tertarik dengan budaya dan keramahtamahan orang Indonesia,  para siswa juga sudah ingin mencoba berbagai makanan lokal.

"Para siswa, senang menikmati kuliner Bandung jadi saya memberi kesempatan pada siswa untuk mencari makanan asal tempatnya hiegenis. Siswa pun senang bisa berinterakhsi dengan masyarakat di sini karena sangat ramah dan mereka selalu diminta untuk berfoto bareng," katanya.


Dukungan Pemprov Jawa Barat


Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Hj Iis Rostiasih juga datang menyambut para siswa dari Australia itu.

"Saya senang dan menyambut baik program sister school ini. Program ini akan memperluas wawasan, pengalaman dan pengetahuan siswa," jelasnya.

Dia yakin program ini sangat berguna, terutama bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri setelah lulus SMA nanti.

"Kami mendukung mendorong program ini dijalankan di sekolah-sekolah," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner