Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN rumah dan berbagai fasilitas umum di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdampak cuaca ekstrem yang dipicu tingginya intensitas curah hujan, Kamis (4/12) petang hingga malam. Tidak ada korban jiwa maupun luka pada bencana hidrometeorologi tersebut.
Manajer Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyebutkan terdapat 18 desa di 11 kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Kondisi itu mengakibatkan rumah warga dan berbagai fasilitas umum turut terdampak.
"Data sementara yang kami rekap hingga Jumat (5/12) pagi, ada 42 unit rumah yang terdampak," ungkapnya.
Rinciannya, sebanyak 2 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak ringan, 21 rumah terendam, dan 17 rumah dalam kondisi terancam. Sementara fasilitas umum yang terdampak terdiri dari TPT di 5 titik, sekolah 1 titik, jalan 4 titik, dan sawah di 4 titik.
"Untuk rumah rusak berat tidak ada. Begitu pula korban jiwa, korban luka, atapun warga yang mengungsi tidak ada," terangnya.
Dia menuturkan, dampak bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem pada Kamis (4/12) cukup masif. Pasalnya, bencana terjadi dalam waktu bersamaan di 18 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Wilayah terdampak bencana berada di Kecamatan Kalapanunggal, Cisolok, Gunungguruh, Nagrak, Cicantayan, Cibadak, Kadudampit, Cidolog, Simpenan, Caringin, dan Sukaraja.
"Kebanyakan terjadi longsor. Sisanya banjir akibat meluapnya aliran sungai, serta angin kencang," ungkapnya.
Potensi bencana susulan
Daeng menegaskan, potensi bencana lanjutan dan susulan bisa terjadi kembali. Kondisinya bisa terjadi apabila di Kabupaten Sukabumi kembali turun hujan dengan intensitas tinggi yang bisa mengancam jiwa.
"Curah hujan masih cukup tinggi. Kondisi ini bisa berpotensi jadi bencana susulan," terang Daeng.
Pada Jumat (4/12), BPBD kembali menerima laporan terjadinya bencana. Lokasinya berada di Kampung Citiis RT 03/05, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas.
Pondasi atau lanhup pada bangunan Jembatan Citiis mengalami longsor. Akibatnya, jembatan tak bisa dilintasi kendaraan.
Tanah longsor juga terjadi di Kampung Sangkali RT 01/06 Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak. Hujan intensitas tinggi dengan durasi lama menyebabkan jalan desa mengalami longsor sepanjang 7 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 1 meter. Akses ruas jalan tak bisa dilewati mobil, hanya sepeda motor.
Sementara di Kampung Cipicung RT 15/06 Desa Cibitung Kecamatan Sagaranten, sayap pada jembatan penghubung ke Kampung Cikadu dengan panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 8 meter ambruk.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan karena curah hujan masih cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi bencana," tandasnya.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved