Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK melakukan reformasi birokrasi dan administrasi, Indonesia perlu belajar dari sejumlah negara yang sudah berhasil melakukannya. Tiga negara contoh ialah Singapura, Inggris dan Korea Selatan.
"Pada intinya, mereka melakukan reformasi SDM. Yang mereka ubah ialah pemikiran, skill dan sikap perilaku SDM yang merupakan pegawai pemerintah," ungkap Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, Kamis (4/12).
Pernyataan itu dia lontarkan saat membuka Seminar Nasional Mewujudkan Birokrasi Berdampak: Percepatan Implementasi Manajemen Talenta dan Pengembangan Kompetensi ASN Terintegrasi.
Seminar digelar Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional (Pusjar SKTAN) LAN di Jatinangor, Sumedang.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ruang strategis untuk menyebarluaskan gagasan kebijakan berbasis riset, khususnya terkait penguatan manajemen talenta dan transformasi pengembangan kompetensi ASN.
Lebih jauh Taufiq menyatakan Singapura berhasil mewujudkan reformasi pegawai pemerintah pad 1995. Mereka menggulirkan program terkait layanan publik dengan menyiapkan pegawai yang memiliki perilaku dan skill yang mampu mendukung pertumbuhan.
"Hasilnya, Singapura berhasil menjadi negara maju dan berpenghasilan tinggi. Bahkan, dari sejumlah indikator, mereka menjadi top 5 global," tandasnya.
Sementara di Inggris, pemerintah fokus melakukan tata kelola manajemen SDM. Merek memastikan pegawai pemerintah memiliki kompetensi yang dibutuhkn untuk melakukan transformasi.
"Inggris melakukan perekrutn, promosi dan pelatihan yang ketat untuk menghasilkan pemimpin. Kuncinya, Inggris melakukan modernisasi dan perubahan birokasi untuk menghadapi tantangan teknologi dan tantangan global," papar Taufiq.
Kondisi serupa dilakukan Korea Selatan. Negara ini mengembangkn reformasi yang mengandalkan pengembangan kompetensi yang kompetitif dibandingkan sektor swasta.
"Pada dasarnya, keberhasilan reformasi birokrasi dan administrasi sangat ditentukan kesiapan SDM. Tidak hanya berkutat pada aturan pegawai, tapi bagaimana fokus pada kapasits, kemampuan, skill, dan SDM. Yang paling penting dari semua itu ialah mindset atau pola pikir," tegas Taufiq.
Dia menambahkan, mulai tahun ini, Indonesia memasuki reformasi birokrasi dan administrasi jilid II. Fokusnya menghadapi persaingan global, kemajuan teknologi, dan bonus demografi.
Untuk menghadapinya, lanjutnya, perlu cara berbeda. Yang dibutuhkn ialah ASN yang adaptif, belajar berkelanjutn, dan relevan dengan pekerjaan yang dihadapi sesuai dengan dinamika lingkungan yang cepat.
"ASN wajib belajar berkelanjutan. Pembelajarannya harus terintegrasi dengan pekerjaan dan fungsi lain, serta sesuai dengan manajemen talenta," tandas Taufiq.
LAN RI, papar dia, bersama Bappenas dan BKN, tahun ini telah menyusun manajemen capital development Plan. Ini akan menjdi peta jalan pengembangan SDM yang sesuai dengan rencana pembangunan nasional.
"Program pembelajan ASN akan terintegrasi dan berdampak pada pencapaian target strategis organisasi dan pembangunan," tegasnya.
Kebutuhan mendesak
Sementara itu, dalam seminar, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN Agus Sudrajat menegaskan bahwa percepatan transformasi SDM ASN merupakan kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk menjawab tantangan nasional dan global.
"Birokrasi Indonesia menghadapi tantangan kompleks seperti disparitas kompetensi, digitalisasi yang belum merata, serta kesenjangan kualitas antardaerah. Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, fondasi utama yang harus diperkuat adalah manajemen talenta terintegrasi dengan sistem pengadaan dan pembinaan karier, yang mampu menghasilkan ASN yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu bekerja lintas batas," paparnya.
Dia menekankan pentingnya implementasi Corporate University (Corpu) dan Talent Pool nasional sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan kompetensi ASN secara inklusif dan terukur. Integrasi platform digital seperti SIASN, Talent Management, dan eLearning nasional diharapkan dapat mendemokratisasi akses pelatihan, memetakan kesenjangan kompetensi, serta memastikan mobilitas dan penempatan talenta yang objektif.
Dengan komitmen seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, lanjutnya, langkah ini akan membangun birokrasi yang berdampak, efisien, dan siap memimpin percepatan pembangunan nasional menuju 2045.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusjar SKTAN, Riyadi menyampaikan bahwa transformasi pengembangan kompetensi ASN membutuhkan model pembelajaran yang lebih personal, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
“Kebijakan ini tidak hanya memperkuat proses pelatihan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memastikan kesinambungan antara pengembangan kompetensi dan mobilitas talenta aparatur,” ujarnya.
Penerapan manajemen talenta
Dalam seminar, Shafiera Amalia, peneliti Pusjar SKTAN mempresentasikan policy paper “Strategi Percepatan Implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara”. Analisis Kebijakan ini mengangkat kebutuhan mendesak untuk mempercepat penerapan manajemen talenta, sejalan dengan mandat UU ASN 2023 dan agenda transformasi SDM aparatur dalam RPJMN 2025–2029.
Kajian ini merumuskan tantangan yang dihadapi instansi pemerintah, mulai dari belum ditetapkannya talent pool, keterbatasan data terstandar, hingga belum tersedianya mekanisme mobilitas talenta antar instansi.
Sementara itu, peneliti lain, Henri Sinurat, mempresentasikan policy paper “Transformasi Pelatihan Kepemimpinan ASN melalui Model Pengembangan Berbasis Kompetensi”, sebuah analisis kebijakan yang menawarkan rekomendasi strategis untuk perbaikan desain pelatihan kepemimpinan melalui integrasi pre-assessment berbasis kompetensi.
Dokumen ini menyajikan analisis menyeluruh mengenai tantangan pelatihan kepemimpinan saat ini, variasi kesiapan kompetensi peserta, serta pentingnya pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai profil individu.
Pembicara lain dalam seminar ini ialah Neneng Athiatul, praktisi sekaligus akademisi komunikasi; Rachmat Mardiana dari Bappenas dan Muhlis Irfan dari Badan Kepegawaian Negara.
Seminar nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi guna mengakselerasi implementasi manajemen talenta secara nasional. Termasuk di dalamnya penyelarasan kurikulum pelatihan, peningkatan kapasitas asesor dan fasilitator, serta integrasi sistem data kompetensi berbasis digital.
Kegiatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, serta praktisi manajemen SDM aparatur untuk mendiskusikan arah kebijakan pengembangan kompetensi yang terintegrasi, adaptif, dan relevan dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved