Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA penikmat kopi di Tasikmalaya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, banyak kalangan anak muda, orang tua, kakek dan lainnya menyukai kopi yang disiapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kawasan Bumi Priangan itu. Para penikmat kopi biasanya dari mereka berkumpul bersama teman hingga bertemu teman sekolah, sambil menikmati kopi setiap kafe.
Seorang petani dan pelaku UMKM Iwan Saputra mengungkapkan, ia merupakan pemula dalam pengolahan lahan kopi. Pada awalnya, ia mencoba menanam kopi di lahan seluas 1 hektare dengan 2.000 pohon di lereng Gunung Cakrabuana, Desa, Kecamatan Kadipaten. Penanam kopi yang ditanam yakni ateng pucuk hijau dan kini hasil produksi sudah mencapai 1 hingga 2 ton setiap panen.
Menjadi petani dan pelaku usaha baginya dilakukan sejak tahun 2020 setelah mengajukan pensiun dini sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Ia pun mantap mengembangkan usahanya dengan membuka kafe kopi hingga cabang lain bernama Roemah Kemuning. Kopi yang digunakan merupakan hasil panen sendiri dengan menggunakan bibit kopi ateng pucuk hijau yang tidak jauh dengan kopi Arabika.
Sebagai petani pemula dan pelaku usaha, Iwan menjalankan pengembangan pertanian kopi untuk menambah penghasilan bagi keluarga. Hasilnya pun mengembirakan karena dari hasil itu ia mampu menyekolahkan putrinya ke jenjang perguruan tinggi. Kini, tanaman kopi yang dilakukan secara bertahap, hasil produksinya bertambah karena dapat panen dua kali saat musim panen raya dan awal tahun. Setiap panen produksi satu pohon menghasilkan 2 kg biji kopi.
Sebelum menjadi petani dan pelaku usaha, awalnya ia melihat petani yang tengah mengelola perkebunan kopi. Kini, ilmu yang didapatkan ia pratikkan sendiri dengan mencoba menanam bibit kopi tersebut.
"Kami melakukan penanaman bibit kopi ateng pucuk hijau dilakukan di lahan seluas 1 hektare di lereng Gunung Cakrabuana dan beberapa peralatan panen disiapkan mulai mesin pemanen buah kopi, mesin pembersih buah kopi, mesin pengupas kulit kopi, mesin pengering, mesin sortir kopi dan mesin sangrai hingga berhasil memiliki sertifikat sebagai petani dan pelaku usaha," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitangda) Kabupaten Tasikmalaya itu, Kamis (6/11).
Iwan menyebut pohon kopi yang telah ditanam tetap bertahan di lahan seluas 1 hektare dengan bibit ateng pucuk hijau didapat dari wilayah Kabupaten Garut sebanyak 2.000 pohon harga Rp6 ribu per batang. Usaha kafr kopi turut menggenjot pengembangan pertanian kopi. Karena, keberadaannya tersebut ikut memperkenalkan kopi melalui pameran di berbagai daerah antara lain Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta.
"Lahan yang digarap di lahan Perhutani ini setiap panen hasil produksi mencapai 2 ton dan dalam satu tahun sekali hanya bisa 2 kali panen, tapi dalam pengolahan selama ini dilakukan secara mandiri mulai kupas, giling, kupas basah, kering dari hasil panen kopi Arabika banyak permintaan sehingga dan kewalahan lantaran hasil panen diolah secara natural," ujarnya.
Pengolahan biji kopi Arabika yang selama ini ditanam dilakukan untuk menjaga mutu dan kualitas agar menjadi produk unggulan yang digemari para pencinta kopi. Budidaya kopi Ateng Pucuk Hijau dilakukan oleh sebagian petani, dan hasilnya ada yang dikemas dalam bentuk 250 gram roasted dan satu set Arabika natural per bok berisi 100 gram. Setiap empat set dijual dengan harga Rp25.000.
Lahan kopi bibit Ateng Pucuk Hijau berada di lereng Gunung Cakrabuana, Kecamatan Kadipaten. Saat masa panen, kegiatan dilakukan oleh 5 hingga 10 orang petani penggarap. Sementara itu, pengelolaan lahan dilakukan oleh 3-4 orang, perawatan kebun oleh 2 orang, dan penjaga kafe Roemah Kemuning sebanyak 6 orang. Proses pengolahan kopi dilakukan melalui metode basah dan kering, dengan tujuan utama menurunkan kadar air biji kopi hingga mencapai 9-12 persen, mengingat kadar air dapat memengaruhi sifat dan karakteristik biji kopi akibat kondisi lingkungan.
Perkebunan kopi Arabika di Kabupaten Tasikmalaya tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Bojongasih, Bojonggambir, Ciawi, Cigalontang, Cikatomas, Cisayong, Culamega, Taraju, Kadipaten, Karangnunggal, Leuwisari, Mangunreja, Padakembang, Salawu, Pageurageung, Sodonghilir, Sariwangi, Sukahening, dan Sukaraja.
"Pada tahun 2024 pengelola lahan kopi di Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan pada waktu itu ada di lahan seluas 1.346,19 hektare dan hasil produksi 133,62 ton, produktivitas 10.050 kg per hektare dengan jumlah petani 3.648 orang. Akan tetapi, lahan yang digarapnya sekarang ini hanya 1 hektare lantaran dan rencananya akan ditambah," katanya.
Usaha kopi yang dijalankan selama ini juga membantu masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi petani muda agar memiliki masa depan yang lebih baik serta mengurangi angka pengangguran. Ke depan, usaha ini direncanakan untuk dikembangkan dengan membuka cabang baru agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja, mengingat minat masyarakat terhadap berbagai produk kopi kemasan siap seduh terus meningkat, termasuk merek-merek terkenal.
Pelaku UMKM di sektor kopi juga semakin berkembang. Muncul banyak kedai dan kafe kopi yang memanjakan para penikmatnya, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil produksi. Banyak petani kopi kini berhimpun dalam kelompok atau asosiasi petani untuk memperkuat usaha dan memperluas jangkauan pasar. Pengembangan ini diperkirakan tidak akan surut, karena para petani di berbagai daerah terus mengembangkannya dari berbagai sisi agar hasil produksi semakin melimpah.
Pengolahan kopi dari Kabupaten Tasikmalaya yang tersebar di 19 kecamatan kini mulai dikenal luas dan menunjukkan kemampuan petani dalam menghasilkan produk berkualitas. Kopi Arabika yang ditanam umumnya berada di sela-sela pepohonan seperti kebun teh, pohon pisang, pinus, dan jati, sehingga menghasilkan cita rasa serta aroma yang khas.
Keberagaman jenis kopi menjadi aset berharga karena menunjukkan potensi besar dalam industri kopi, baik di tingkat lokal maupun internasional. Beberapa petani bahkan telah memenuhi permintaan pasar kopi tujuan Jepang. Kopi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat serta membantu menyerap tenaga kerja.
"Membuka kopi Roemah Kemuning yang dilakukan selama ini, alhamdulillah berhasil mendidik putra-putrinya bersekolah hingga ke luar negeri, Amerika Serikat, dan sekarang ini memiliki gelar sarjana. Usaha kopi akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk gaji pegawai, lantaran usaha itu sangat bermakna baginya. Ketika pensiun, ia memiliki masa depan sebagai petani dan pelaku usaha," pungkasnya. (AD/E-4)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved