Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Cirebon dihebohkan dengan beredarnya foto maupun video adanya benda asing yang melintas di langit malam. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, benda asing yang melintas pada malam hari di langit tersebut diduga merupakan meteor jatuh ke bumi.
Di grup WhatsApp resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Cirebon, sejumlah warga saling melaporkan fenomena tersebut dan mengaku mendengar bunyi mirip ledakan atau petir, yang suaranya terdengar hingga ke dalam rumah.
“Gumulung Lebak juga terdengar dentuman, kirain gludug (petir), tapi terang bulan,” tutur Husen, warga Desa Gumulung Lebak, Kecamatan Greged.
Pernyataan serupa diungkapkan Tera, warga Kaliwadas, Kecamatan Sumber.
“Kaliwadas Sumber juga tadi terdengar, dikira gludug,” katanya.
Suara misterius itu juga terdengar di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu.
“Mundu Pesisir juga terdengar suara dentuman,” tambah warga lain.
Tak lama setelah dentuman itu terdengar, media sosial diramaikan dengan unggahan video yang memperlihatkan kobaran api di dekat ruas Tol Ciperna, Kabupaten Cirebon.
Disebutkan bahwa api berasal dari meteor yang jatuh. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lapangan oleh Jasa Marga bersama aparat TNI Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, informasi tersebut dinyatakan tidak benar alias hoaks.
Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron menjelaskan bahwa kabar meteor jatuh maupun kebakaran di Tol Ciperna hanyalah video lama yang diunggah ulang.
“Soal kebakaran di ruas Tol Ciperna yang beredar di media sosial itu berita lama,” tulisnya di grup Pusdalops Kabupaten Cirebon.
Untuk itu Yusron meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang belum terverifikasi.
Sementara itu prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Dyan Anggraini, menjelaskan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian tersebut.
"Saat ini kami masih mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian tersebut,” tutur Dyan, melalui pesan whatsapp.
Namun Dyan menjelaskan bahwa fenomena terkait meteor atau antariksa, merupakan kewenangan dari BRIN.
“Dari sisi BMKG, suara dentuman, bisa saja disebabkan beberapa hal, seperti sambaran petir, gempa maupun longsor,” jelasnya.
Dyan juga mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan fenomena apa yang terjadi dengan adanya dentuman disertai cahaya kilat tadi.
"Dari sisi meteorologi belum bisa menyimpulkan fenomena apa, biasanya suara ledakan atau getaran dari sisi meteorologi bisa berasal dari sambaran petir..disebabkan awan konvektif. Namun kondisi cuaca cerah berdasarkan citra satelit,” jelas Dyan.
Pihaknya pun, lanjut Dyan, tidak memiliki alat untuk mendeteksi pergerakan meteor.
“Untuk saat ini kami tidak memiliki alat untuk mendeteksi pergerakan meteor, namun dari analisa sementara kami percikan api bukan merupakan sambaran petir yg berasal dari awan CB dikarenakan kondisi cuaca pada saat kejadian terpantau cerah berawan,” tuturnya.
Peneliti astronomi dan astrofisika dari BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan telah menerima informasi soal dugaan meteor jatuh di Cirebon. Menurut Thomas, spekulasi soal meteor itu awalnya muncul dari video viral yang menunjukkan bola api melesat turun dari langit Cirebon.
Setelah menghumpun informasi, Thomas yakin memang ada benda langit yang jatuh tidak berselang lama dari beredarnya video bola api yang viral.
"Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan - Kabupaten Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35 - 18.39 WIB,” ujar mantan kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan itu.
Suara dentuman yang didengar warga, Thomas menerangkan, terjadi ketika meteor memasuki atmosfer yang lebih rendah. Dampak dari pergerakan itu menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon. Menurut Thomas, benda langit itu tidak jatuh di darat seperti isi video yang beredar.
“Meteor jatuh di Laut Jawa,” tuturnya. (UL/E-4)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved