Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN penyakit degenaratif terhadap kesehatan otak menjadi perhatian dan pembahasan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni).
Pertemuan dengan tema ‘Otak Sehat, Negara Kuat’ itu menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menjadi pembicara kunci. Mukernas Perdosni berlangsung tiga hari, 22-24 Agustus, di Bandung.
Ketua Pengurus Pusat Perdosni, Dr. dr. Dodik Tugasworo menyatakan, tema
besar ‘Otak Sehat, Negara Kuat’ memiliki makna penting, baik sebagai
individu maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Otak yang sehat melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, inovatif dan mampu bersaing di era global.
Sebaliknya, meningkatnya angka penyakit otak dan saraf, seperti stroke, demensia, epilepsi, maupun gangguan sistem saraf lainnya, dapat menimbulkan beban besar bagi keluarga, masyarakat, serta sistem kesehatan nasional.
“Kesehatan otak harus dipandang sebagai bagian integral dari ketahanan nasional bangsa, otak merupakan organ manusia yang sangat vital, pusat pengendali seluruh fungsi tubuh, mulai dari gerakan, memori, emosi, hingga kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. Kesehatan otak yang optimal tidak hanya berdampak pada kualitas hidup individu, tetapi juga pada ketahanan sosial, ekonomi, budaya, hingga politik sebuah bangsa,” jelasnya.
Menurut Dodik, Indonesia sebagai negara besar membutuhkan sumber daya manusia dengan otak yang sehat, kreatif dan resilien agar mampu
menghadapi tantangan global. Ancaman penyakit degeneratif terhadap kesehatan otak pertumbuhan dan perkembangan otak dimulai sejak dalam kandungan, mencapai puncaknya pada usia anak dan remaja, lalu terus mengalami perubahan hingga akhir hayat.
Adanya gangguan pada fase kritis perkembangan otak dapat berdampak panjang pada kemampuan belajar, produktivitas kerja, hingga kualitas hidup di usia lanjut. Karenanya, menjaga kesehatan otak harus dilakukan sejak dini hingga usia lanjut untuk memastikan keberlanjutan pembangunan nasional.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi
stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk pada 2023. Sementara itu, berdasarkan data nasional, insiden stroke adalah 158,47 per 100.000 penduduk.
Stroke tidak bisa dianggap remeh karena menjadi penyebab utama disabilitas/kecacatan (11,2%) dan penyebab kematian sebesar 18,5% dari
total kematian di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan 2023 menyebut stroke menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban biaya ketiga tertinggi dengan anggaran mencapai Rp5,2 triliun pada 2023.
Dodik mengingatkan, masalah lain yang turut mengintai terkait
kesehatan otak adalah demensia, gangguan kesehatan yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir logis, dan fungsi kognitif lainnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 55 juta orang hidup dengan demensia pada 2021. Sementara prevalensi demensia di Indonesia diperkirakan mencapai 1,8 juta orang.
“Dalam penelitian lokal Jatinangor (Jawa Barat), prevalensi demensia
mencapai 29,15% pada lansia. Di wilayah lain, demensia vaskular (akibat stroke) juga signifikan, yakni sekitar 6,8% pada pasien dengan diabetes versus hanya 1,2% pada bukan penyandang diabetes. Di wilayah Jabotabek prevalensi demensia ditemukan sebesar 3,5%,” sambungnya.
Mencerdaskan bangsa
Sementara itu Wakil Ketua MPRRI Lestari Moerdijat yang menjadi pembicara kunci mengatakan, setiap warga negara harus berperan aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini demi meningkatkan daya saing di masa depan. Konstitusi menegaskan bahwa tujuan bernegara adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Kemakmuran itu bukan semata sejahtera secara materi, tetapi juga sehat jasmani dan rohani yang di dalamnya termasuk kesehatan otak setiap anak bangsa. Sangat penting mengedepankan upaya membangun jembatan antara kesehatan jiwa dan kesehatan otak dalam konteks sebuah kebijakan,” ujar Ririe sapaan akrab Lestari.
Menurut dia, seringkali negara melahirkan kebijakan atas dasar pola
pikir mereka sendiri. Akibatnya, kerap kali kebijakan yang
lahir hanya mampu mengatasi gejala yang ada di permukaan saja, sehingga permasalahan yang dihadapi selalu berulang.
Dalam konteks mewujudkan Indonesia Emas 2045, harus mampu mewujudkan 4 pilar visi yang telah dicanangkan. Visi tersebut, yaitu pembangunan sumber daya manusia serta penguasaan ilmu dan teknologi, pemerataan pembangunan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Untuk mewujudkannya tentu saja harus didukung dengan kesehatan berpikir yang didasari atas terpenuhinya kesehatan jiwa dan otak yang baik bagi setiap anak bangsa. Dibutuhkan peta jalan kesehatan otak yang tepat dan dapat dipahami sejumlah pihak agar berbagai kebijakan yang dilahirkan dapat tepat sasaran,” tutur anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah ini.
Ririe menambahkan, dalam upaya memastikan generasi penerus bangsa
memiliki standar kesehatan jiwa dan kesehatan otak yang cukup dalam
menghadapi tantangan di masa datang.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, menyarankan untuk memasukkan pemeriksaan kesehatan jiwa dan otak dalam penerapan deteksi dini kesehatan yang dilaksanakan pemerintah.
Rerie juga mendorong, agar semua pihak terkait seperti pemerintah dan pihak swasta dapat terlibat aktif mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan otak, serta mengedepankan berbagai upaya promotif, bukan hanya kuratif, dalam menghadapi berbagai tantangan di
sektor kesehatan.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved