Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan skema penyaluran bantuan bagi warga yang rumahnya rusak terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di wilayah itu, rumah rusak terdampak bencana mencapai ribuan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan hasil pendataan terbaru per Minggu (8/12), di Kabupaten Sukabumi terdata sementara 1.260 rumah yang rusak akibat bencana. Rinciannya, 428 rumah kondisinya rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 602 rumah rusak ringan.
"Ini datanya terus bergerak. Berkurang enggak mungkin, tapi kalau bertambah iya," kata Suharyanto kepada wartawan seusai rapat koordinasi percepatan penanganan pascabencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Minggu (8/12).
Pemerintah pusat melalui BNPB akan memberikan bantuan stimulan bagi rumah yang kondisinya rusak terdampak bencana. Bagi rumah rusak sedang nilai bantuan stimulannya sebesar Rp30 juta dan rusak ringan Rp15 juta.
"Yang rusak sedang dan rusak ringan berarti tidak harus relokasi," jelas dia.
Namun, ada berbagai tahapan atau mekanisme yang perlu ditempuh. Nanti akan dibentuk tim teknis gabungan yang bertugas memverifikasi layak atau tidaknya mendapatkan bantuan stimulan.
"Jadi, nanti setelah datanya lengkap, untuk rumah rusak ringan dan sedang diverifikasi sesuai kriteria berdasarkan ketentuan yang berlaku dari Kementerian PU dan Kementerian PKP. Kalau hasil verifikasi tim teknis gabungan masuk kriteria, maka untuk rumah rusak sedang akan mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp30 juta dan rusak ringan Rp15 juta," bebernya.
Sementara bagi yang tak masuk kriteria, lanjut Suharyanto, tetap akan mendapatkan bantuan dalam bentuk material. Rumah yang tak masuk kriteria menerima bantuan stimulan misalnya yang terendam banjir, genteng jatuh atau kaca jendela yang pecah.
"Kondisi rumah seperti ini tidak tidak masuk kriteria rusak ringan. Nanti yang ini akan dibantu bahan meterial dari BNPB ataupun dari Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi. Karena itu, masyarakat tak perlu khawatir," ungkapnya.
Bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, ada dua mekanisme bantuannya. Pertama relokasi mandiri ataupun relokasi terpusat dan kedua tidak direlokasi atau tetap memilih tinggal di lokasi semula.
"Untuk warga yang nanti direlokasi baik mandiri atau terpusat serta yang tetap tinggal di tempatnya semula, ini masih dalam tahap pendataan. Tentu ini memerlukan waktu, tapi kita laksanakan terus menerus," imbuh dia.
BNPB sudah membentuk posko terpadu untuk memantau perkembangan di lapangan. Selama masa tanggap darurat, BNPB pun sudah membentuk organisasi pendampingan kepada pemerintah daerah.
"Pemerintah daerah baik Kabupaten Sukabumi maupun Kabupaten Cianjur sudah membentuk organisasi penanganan bencana. Masing-masing dipimpin Bupati Sukabumi dan Bupati Cianjur. Wakilnya yaitu Pak Dandim dan Pak Kapolres," ucapnya.
BNPB pun sudah meminta bantuan kepada Panglima TNI, Kepala Staf TNI-AD, maupun Panglima Kodam III/Siliwangi mengendalikan langkah-langkah penanggulangan bencana di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Saat ini sudah dikerahkan sebanyak 150 personel TNI yang setiap hari membantu penanganan pascabencana seperti pendataan, penyaluran logistik, dan pembersihan puing-puing.
"Kami optimistis, berbagai langkah yang dilakukan pada penanggulangan bencana di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur bisa terlaksana dengan baik," pungkasnya.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Komunikasi berkualitas merupakan kunci utama dalam membentuk ketahanan keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dari total 120 kejadian, terdapat 9 orang yang meninggal dunia di tempat kejadian. Selain itu, 42 mengalami luka berat, dan 69 mengalami luka ringan.
Program vaksinasi campak menyasar 1.328 tenaga medis dan tenaga kesehatan terutama yang memiliki kontak langsung dengan pasien
Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks. Beberapa solusi yang sudah ada belum sepenuhnya dirancang sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi tenaga kesehatan
Kerusakan TPT menjadi atensi. Sebab, posisinya cukup krusial terhadap kelancaran pasokan air ke lahan pertanian.
Saat ini terdapat 175 perlintasan sebidang, sebanyak 133 di antaranya dijaga oleh petugas, baik dari KAI, pemerintah daerah, maupun swadaya masyarakat.
Tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang menghambat jalur masuk pengunjung.
Bandung sebagai salah satu kota dengan dinamika urban yang tinggi memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
TAMAN bumi (geopark) Ciletuh-Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Ditargetkan seluruh desa memiliki koperasi desa baik di wilayah perkotaan maupun kawasan selatan Bandung Barat.
Perombakan pengurus ini menjadi sinyal kuat perseroan untuk memantapkan strategi pertumbuhan dan transformasi digital
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan di Ballroom voco Bandung Setiabudi pada Senin (27/4), sebagai platform untuk menghormati warisan RA Kartini
SELAIN membatalkan perjalanan, penumpang yang terdampak kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) kemarin bisa membatalkan atau menukar tiket dengan kereta lainnya.
Untuk perbaikan rutilahu tersebut,Pemkab Cirebon sudah mengalokasikan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved