Korut Kecam Jepang, Sebut Denuklirisasi Anakronistis

Media Indonesia
15/4/2026 08:19
Korut Kecam Jepang, Sebut Denuklirisasi Anakronistis
Ilustrasi.(Freepik)

PEMERINTAH Korea Utara melontarkan kritik tajam terhadap Jepang terkait laporan kebijakan luar negeri tahunan yang dirilis pekan lalu. Pyongyang menyebut seruan Tokyo untuk denuklirisasi sebagai tindakan anakronistis dan provokasi serius yang melanggar hak kedaulatan negara tersebut.

Berdasarkan laporan media pemerintah Korea Utara pada Rabu (15/4/2026), Institut Studi Jepang yang berada di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi pada Selasa. Mereka menilai bahwa Buku Biru Diplomatik 2026 milik Jepang mencerminkan permusuhan mendalam terhadap Pyongyang.

Kecaman terhadap Buku Biru Diplomatik 2026

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa dokumen diplomatik Tokyo tersebut sepenuhnya mengungkapkan niat konfrontatif Jepang. Dalam laporan tahunannya, Jepang kembali menekankan kekhawatiran mendalam atas pengembangan program senjata nuklir dan rudal Korea Utara, serta mendesak penghentian total program-program tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak Korea Utara menegaskan bahwa posisi Jepang yang terus menuntut denuklirisasi sudah tidak relevan dengan perkembangan situasi saat ini.

Pernyataan Resmi, "Buku Biru Diplomatik 2026 sepenuhnya mengungkapkan permusuhan yang mendalam dan niat konfrontatif Tokyo terhadap Pyongyang," tulis pernyataan Institut Studi Jepang via KCNA.

Tudingan sebagai Negara Bawahan AS

Selain mengkritik isi laporan, lembaga riset Korea Utara tersebut juga melayangkan serangan verbal dengan menyebut Jepang sebagai negara bawahan Amerika Serikat. Tokyo dianggap melakukan upaya putus asa untuk menyangkal status Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Pihak Pyongyang melabeli sikap Jepang tersebut sebagai tindakan kurang ajar dan menggelikan. Mereka berargumen bahwa status nuklir Korea Utara adalah realitas yang tidak dapat diganggu gugat dan merupakan bagian dari hak pertahanan kedaulatan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di kawasan Asia Timur terus menjadi sorotan internasional, terutama terkait perlombaan senjata dan diplomasi keamanan yang melibatkan Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara. (Kyodo/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya