Menhan AS Sambut Kemitraan Pertahanan Utama MDCP dengan Indonesia

Media Indonesia
14/4/2026 13:42
Menhan AS Sambut Kemitraan Pertahanan Utama MDCP dengan Indonesia
Pete Hegseth.(Al Jazeera)

MENTERI Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyambut baik penguatan kerja sama pertahanan dengan Indonesia yang dikukuhkan melalui Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Kesepakatan strategis ini menandai babak baru hubungan keamanan antara kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Hegseth saat menerima kunjungan resmi Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, di Markas Departemen Pertahanan AS, Pentagon, pada Senin (13/4). Hegseth menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan refleksi dari kekuatan hubungan bilateral yang bertujuan memperkuat stabilitas kawasan.

"Kemitraan ini mencerminkan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita, memperkuat daya tangkal kawasan, serta memajukan komitmen bersama terhadap perdamaian melalui kekuatan," ujar Hegseth dalam keterangan tertulis yang dipantau di Jakarta, Selasa (14/4).

Intensitas Latihan Militer dan Hubungan yang Bertumbuh

Hegseth menyoroti bahwa kerja sama pertahanan antara AS dan Indonesia terus berkembang pesat. Salah satu indikator utamanya adalah intensitas latihan militer bersama yang mencapai lebih dari 170 kegiatan setiap tahun.

Menurutnya, kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Pentagon menjadi simbol pentingnya hubungan keamanan yang aktif dan terus bertumbuh. "Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya hubungan keamanan yang terus berkembang antara Departemen Pertahanan AS dan Indonesia," imbuhnya.

Tiga Pilar Utama MDCP

Kemitraan MDCP ini dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus implementasi kerja sama ini, yaitu:

  1. Modernisasi militer dan pembangunan kapasitas.
  2. Pelatihan dan pendidikan militer profesional.
  3. Latihan dan kerja sama operasional.

Apresiasi Pemulangan Jenazah Prajurit Perang Dunia II

Selain fokus pada masa depan militer, Hegseth secara khusus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas bantuan dalam misi kemanusiaan pemulangan jenazah prajurit AS yang gugur pada masa Perang Dunia II di wilayah Indonesia.

Melalui kerangka MDCP, satuan Dephan AS yang bertanggung jawab atas tahanan perang dan personel hilang (DPAA) akan memiliki akses yang lebih baik untuk melanjutkan upaya pencarian, perlindungan, dan pemulangan jenazah personel AS tersebut.

"Saya menghargai dukungan berkelanjutan Anda dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kami yang bertempur bersama Indonesia selama Perang Dunia II," kata Hegseth kepada Sjafrie.

Pertemuan di Pentagon ini diakhiri dengan optimisme kedua belah pihak. Hegseth menggambarkan kesepakatan MDCP sebagai titik awal dari misi bersama yang lebih besar. "Ini awal dari babak baru dan misi bersama bagi negara-negara besar kita," pungkasnya. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya