Menhan Pakistan Berharap yang Menciptakan Negara Israel Terbakar di Neraka, Zionis Murka

Media Indonesia
10/4/2026 19:30
Menhan Pakistan Berharap yang Menciptakan Negara Israel Terbakar di Neraka, Zionis Murka
Ilustrasi(Dok AFP)

HUBUNGAN diplomatik tidak langsung antara Pakistan dan Israel kembali memanas menyusul pernyataan kontroversial dari Menteri Pertahanan Pakistan. Dalam sebuah pernyataan publik, Menhan Pakistan melontarkan kecaman keras dengan menyebut bahwa pihak-pihak yang menciptakan negara Israel akan berakhir di neraka.

Pernyataan ini merujuk pada sejarah pembentukan negara Israel di tanah Palestina yang dianggap Pakistan sebagai bentuk penjajahan ilegal. Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari kalangan Zionis dan pendukung Israel di kancah internasional yang menganggap komentar tersebut sebagai provokasi berbahaya.

Menteri Pertahanan Pakistan melontarkan pernyataan keras yang mendoakan para pendiri negara Israel terbakar di neraka saat berpidato di Islamabad baru-baru ini. Ucapan tersebut memicu kemarahan besar dari pihak Zionis karena dianggap sebagai serangan verbal yang ekstrem terhadap eksistensi negara mereka.

Reaksi Keras Pihak Zionis

Pihak Zionis dan sejumlah pejabat pro-Israel segera merespons pernyataan tersebut. Mereka menilai narasi yang dibangun oleh pejabat tinggi Pakistan tersebut dapat memperkeruh situasi keamanan di kawasan dan memicu sentimen anti-Semit yang lebih luas.

Hingga saat ini, pemerintah Pakistan belum memberikan klarifikasi tambahan atau menarik pernyataan tersebut. Pakistan sendiri merupakan salah satu negara yang secara konsisten menolak mengakui kedaulatan Israel dan terus menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

"Semoga mereka yang menciptakan negara Israel terbakar di api neraka," ujar Menhan Pakistan dalam potongan video yang beredar luas di media sosial.

Kondisi ini menambah daftar panjang ketegangan antara negara-negara mayoritas Muslim dengan Israel, terutama di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut di jalur Gaza dan wilayah pendudukan lainnya. Nilau mata uang rupiah dan pasar global terus memantau dampak geopolitik dari ketegangan verbal ini terhadap stabilitas ekonomi di wilayah tersebut. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya