Putin: Rusia Hentikan Operasi Tempur saat Paskah, Tapi Waspada Provokasi Ukraina

Ferdian Ananda Majni
10/4/2026 16:25
Putin: Rusia Hentikan Operasi Tempur saat Paskah, Tapi Waspada Provokasi Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin(Anadolu)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata sementara dengan Ukraina dalam rangka perayaan Paskah. Kebijakan ini mulai berlaku pada Sabtu (11/4) pukul 16.00 waktu Moskow.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi Kremlin pada Kamis (9/4), yang menyebut penghentian sementara operasi militer akan berlangsung selama 32 jam, yakni hingga akhir Minggu (12/4).

"Atas wewenang Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan sehubungan dengan liburan Paskah Ortodoks yang akan berlaku mulai 11 April pukul 16.00 waktu Moskow hingga akhir hari pada 12 April 2026," demikian pernyataan resmi Kepresidenan Rusia.

Selama periode tersebut, Putin menginstruksikan Menteri Pertahanan Andrei Belousov serta Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov untuk menghentikan seluruh aktivitas tempur di berbagai lini.

Meski demikian, ia juga mengingatkan agar pasukan Rusia tetap siaga menghadapi kemungkinan provokasi atau tindakan agresif dari pihak lawan.

Di sisi lain, Kremlin berharap Ukraina mengambil langkah serupa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky diketahui sebelumnya telah mengusulkan gencatan senjata serupa pada bulan lalu.

"Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan akan bertindak sesuai dengan usulan tersebut," kata Zelensky dalam unggahan di platform X pada Jumat (10/4).

Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan suasana Paskah yang aman, bebas dari ancaman militer, serta mengharapkan Rusia tidak melanjutkan serangan setelah masa libur berakhir. Tahun ini, Gereja Ortodoks Rusia dan Ukraina merayakan Paskah pada 12 April.

Pada tahun sebelumnya, Rusia juga sempat mengumumkan gencatan senjata sepihak selama tiga hari saat Paskah. Namun, baik Kyiv maupun Moskow saling menuduh terjadi pelanggaran selama periode tersebut.

Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina sendiri telah berlangsung sejak Februari 2022. Berbagai seruan internasional untuk menghentikan perang, termasuk proposal perdamaian, terus disampaikan, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil konkret. (CNN/Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya