Kapal Jepang dan Turki Berhasil Tembus Selat Hormuz via Rute Khusus

Dhika Kusuma Winata
06/4/2026 16:35
Kapal Jepang dan Turki Berhasil Tembus Selat Hormuz via Rute Khusus
Selat Hormuz(Dok Google)

DI tengah ketatnya kontrol Iran atas Selat Hormuz, sejumlah kapal tanker dari Jepang dan Turki dilaporkan mulai berhasil menembus jalur maritim paling strategis di dunia tersebut. Keberhasilan melintasnya kapal-kapal ini terjadi pada Minggu (5/4/2026) waktu setempat, menandai pergerakan signifikan di tengah blokade Selat Hormuz.

Perusahaan pelayaran raksasa asal Jepang, Mitsui OSK Lines, mengonfirmasi bahwa salah satu armadanya, tanker LPG Green Asha, telah berhasil melewati Selat Hormuz. Saat ini, kapal tersebut dilaporkan tengah melanjutkan perjalanan menuju Asia Selatan.

Meskipun Green Asha berbendera India, kapal ini merupakan bagian dari armada anak usaha Mitsui. Keberhasilannya menjadi sorotan karena merupakan salah satu dari sedikit kapal yang terafiliasi dengan Jepang yang mampu melintas sejak jalur tersebut praktis berada di bawah kendali penuh Iran.

“Awak kapal dan seluruh muatan dalam kondisi aman,” tegas juru bicara perusahaan dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026). Selain Green Asha, tanker Green Sanvi dan kapal LNG Sohar juga dilaporkan telah lebih dulu berhasil melewati jalur tersebut.

Turki Amankan Jalur Distribusi Minyak

Langkah serupa juga dicatatkan oleh Turki. Menteri Transportasi Turki, Abdulkadir Uraloglu, mengungkapkan bahwa kapal tanker Ocean Thunder yang mengangkut minyak mentah dari Irak menuju Malaysia telah melintasi Selat Hormuz dengan aman.

“Kapal milik Turki, Ocean Thunder, berhasil melewati Selat Hormuz dengan selamat tadi malam,” ujar Uraloglu.

Keberhasilan Ocean Thunder merupakan pencapaian ketiga bagi armada Turki dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, situasi di lapangan masih cukup tegang. Saat ini, dilaporkan masih ada belasan kapal Turki yang tertahan di sekitar kawasan tersebut, dengan beberapa di antaranya masih menunggu izin resmi untuk keluar dari zona pengawasan.

Sejumlah kapal yang berhasil melintas diketahui menggunakan rute khusus yang telah disetujui oleh otoritas Iran. Rute ini melewati perairan dekat Pulau Larak, sebuah jalur yang kini dijuluki oleh para pelaku industri pelayaran sebagai "Gerbang Tol Teheran".

Dampak Terhadap Energi Global

Selat Hormuz tetap menjadi titik nadi utama distribusi minyak dan gas dunia. Sejak pecahnya konflik di kawasan, pengawasan ketat Iran di jalur ini telah memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berdampak langsung pada lonjakan harga energi global dalam Mata Uang Rupiah maupun dolar AS.

Walaupun beberapa kapal mulai bergerak melalui rute khusus, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz secara keseluruhan masih sangat terbatas dan berada di bawah pemantauan militer yang intensif. Para pelaku pasar energi masih terus memantau perkembangan di gerbang strategis ini guna mengantisipasi fluktuasi harga lebih lanjut. (AFP/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya