Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH panel ahli PBB menyatakan "sangat prihatin" atas kematian anak-anak dalam peristiwa yang digambarkan Iran sebagai serangan AS-Israel terhadap sekolah perempuan di kota Minab, selatan Iran, pada Sabtu (28/2) yang menewaskan sedikitnya 165 orang.
“Komite prihatin dengan laporan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang telah melukai dan membuat trauma anak-anak, serta merenggut banyak nyawa anak muda,” kata Komite PBB tentang Hak-Hak Anak dalam sebuah pernyataan.
Anak-anak harus dilindungi dari perang, tambah komite tersebut, sebuah badan yang terdiri dari 18 pakar independen yang memantau implementasi Konvensi Hak-Hak Anak, yang melindungi hak anak atas pendidikan dan melindungi mereka dari kekerasan.
Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, telah mengangkat isu ini dengan kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, dalam surat tertanggal 1 Maret, menyebut serangan itu tidak dapat dibenarkan dan kriminal. (Aljazeera/P-3)
Ia mengabaikan blokade AS di Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut justru akan menimbulkan masalah bagi AS, bukan Iran.
Simak profil Majid Khademi, Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC yang dikabarkan tewas akibat serangan AS-Israel pada Senin (6/4).
TIM nasional Iran menunjukkan duka mendalam atas tragedi kemanusiaan di negaranya. Para pemain mengenakan ban hitam di lengan dan membawa tas sekolah saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
Menlu Iran Abbas Araghchi laporkan 600 sekolah hancur dan 1.000 siswa-guru jadi korban serangan AS-Israel. Simak detail pidatonya di Dewan HAM PBB Jenewa.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Menurut pihak Iran, para korban merupakan anak-anak yang berada di sekolah untuk belajar dan mempersiapkan masa depan mereka.
Kazemi mengatakan serangan itu telah menewaskan dan melukai siswa dan guru di beberapa provinsi, termasuk Minab, Fars, Ilam, Azerbaijan Timur, Teheran dan Qazvin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved