Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan PBB untuk Anak-anak, UNICEF, mengungkapkan bahwa rata-rata 28 anak tewas setiap hari di Jalur Gaza. Tragedi ini terjadi di tengah blokade ketat Israel yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan serta runtuhnya layanan vital seperti kesehatan, air bersih, dan sanitasi.
“Anak-anak terbunuh akibat bom. Anak-anak meninggal karena kelaparan. Anak-anak tewas karena tidak adanya bantuan dan layanan esensial. Di Gaza, satu ruang kelas anak-anak mati setiap hari,” tulis UNICEF dalam pernyataannya di platform X.
UNICEF menegaskan bahwa anak-anak Gaza sangat membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlindungan. Namun, di atas segalanya, organisasi ini menekankan perlunya gencatan senjata segera sebagai langkah paling mendesak.
Agresi militer Israel telah menghancurkan infrastruktur Gaza dan mendorong wilayah itu ke ambang bencana kelaparan. Meski desakan internasional terus menggema agar kekerasan dihentikan, Israel tetap melanjutkan operasi militer besar-besaran sejak 7 Oktober 2023.
Hingga saat ini, hampir 61.000 warga Palestina telah tewas, dengan hampir separuh korban adalah perempuan dan anak-anak. (X/Z-10)
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa terdapat sekitar 500 sekolah yang nanti akan menjadi mitra dalam program ini.
Ia menyebut jumlah tersebut setara dengan “ratusan bus sekolah yang dipenuhi anak-anak yang melarikan diri demi keselamatan mereka setiap 24 jam.”
UNICEF mencatat kematian anak di bawah lima tahun turun drastis sejak 2000, namun laju penurunannya melambat sejak 2015, dengan jutaan kematian yang sebagian besar masih dapat dicegah.
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
Kazemi mengatakan serangan itu telah menewaskan dan melukai siswa dan guru di beberapa provinsi, termasuk Minab, Fars, Ilam, Azerbaijan Timur, Teheran dan Qazvin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved