Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel mengakui bahwa mereka menembaki ambulans di Jalur Gaza, Palestina, setelah mengidentifikasi ambulans tersebut sebagai kendaraan yang mencurigakan.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (23/3) waktu setempat di lingkungan Tal al-Sultan di kota Rafah selatan, dekat dengan perbatasan Mesir.
Pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang diduga oleh mereka sebagai kendaraan Hamas dan menewaskan beberapa yang mereka anggap sebagai teroris Hamas.
"Beberapa menit setelah itu, kendaraan tambah melaju dengan mencurigakan ke arah pasukan. Pasukan merespons dengan menembak ke arah kendaraan yang mencurigakan itu, menewaskan sejumlah teroris Hamas dan Jihad Islam," kata militer Israel dalam pernyataan dikutip TRT World.
Pihak militer tidak merinci ada tidaknya tembakan atau percobaan penyerangan yang berasal dari kendaraan-kendaraan yang mencurigakan tersebut.
"Setelah penyelidikan awal, ditentukan bahwa beberapa kendaraan yang mencurigakan adalah ambulans dan truk pemadam kebakaran," lanjut
Sehari setelah kejadian, badan pertahanan sipil Gaza mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka belum mendengar kabar dari tim penyelamat yang terdiri dari enam orang dari Tal al-Sulta yang segera dikirim untuk menanggapi korban tewas dan luka-luka.
Selanjutnya pada Jumat, badan tersebut melaporkan menemukan mayat pemimpin tim dan kendaraan penyelamat, ambulans, dan kendaraan pemadam kebakaran. Mereka mengatakan bahwa kendaraan dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina telah hancur.
Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, menuduh Israel melakukan pembantaian yang disengaja dan brutal terhadap tim Pertahanan Sipil dan Bulan Sabit Merah Palestina di kota Rafah.
"Pembunuhan yang ditargetkan terhadap petugas penyelamat, yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional, merupakan pelanggaran mencolok terhadap Konvensi Jenewa dan merupakan kejahatan perang," katanya.
Kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, mengatakan bahwa sejak 18 Maret lalu serangan udara Israel di wilayah padat penduduk telah menewaskan ratusan anak-anak dan warga sipil lainnya.
"Pasien-pasien terbunuh di ranjang rumah sakit mereka. Ambulans ditembaki. Para penanggap pertama terbunuh," katanya dalam pernyataan.
"Jika prinsip-prinsip dasar hukum humaniter masih diperhitungkan, komunitas internasional harus bertindak selagi bisa untuk menegakkannya." (I-2)
Trump menyatakan Israel bisa melanjutkan operasi militer di Gaza jika Hamas gagal patuhi gencatan senjata. Hamas akan serahkan dua jasad sandera sesuai kesepakatan.
MILITER Israel menghancurkan lebih dari 300 rumah selama tiga hari terakhir di lingkungan Zeitoun, Jalur Gaza tengah. Ini merupakan rencana pendudukan yang sedang berlangsung.
KELOMPOK mantan pemimpin negara di dunia, The Elders, pada Selasa (12/8) menyerukan negara-negara untuk mengambil langkah nyata menghentikan genosida dan kelaparan di Gaza.
PERDANA Menteri Australia Anthony Albanese menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak mengakui penderitaan warga sipil di Jalur Gaza, Palestina.
RENCANA Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menguasai penuh Gaza semakin nyata.
SEKRETARIS Jenderal PBB disebut sangat khawatir dengan keputusan Israel untuk menguasai Kota Gaza di Jalur Gaza, Palestina.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved