Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISTANA Kepresidenan Filipina berkewajiban untuk memastikan mantan Presiden Rodrigo Duterte mendapat persidangan yang adil di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Demikian disampaikan Pejabat Pers Istana sekaligus Wakil Sekretaris Kantor Komunikasi Kepresidenan Claire Castro.
"Di bawah Undang-Undang Republik 9851, sebagai warga Filipina bukan hanya karena ia mantan presiden, pemerintah harus memastikan Duterte mendapat persidangan yang adil, terutama karena ia adalah warga Filipina," kata Castro pada Jumat (14/3).
Lebih jauh Castro mengatakan, pemerintah tidak akan membiayai pembelaan hukum Duterte. "Mereka memiliki pengacara sendiri. Kami sudah menyatakan bahwa kami tidak memiliki tanggung jawab atau keterlibatan dalam proses ICC," imbuh dia.
Ia menambahkan pemerintah Filipina tidak memiliki yurisdiksi atas penanganan kasus Duterte oleh ICC. "Kami tidak memiliki yurisdiksi atas prosedur ICC. Setelah kami menyerahkan mantan presiden ke ICC, pemerintah tidak lagi memiliki tanggung jawab terhadapnya," ucap Castro.
Saat ditanya apakah pemerintah akan mematuhi kemungkinan perintah ICC untuk membekukan aset Duterte, Castro menyatakan tindakan apa pun akan bergantung pada hukum Filipina.
"Jika ada undang-undang yang mengizinkannya dan mereka menunjukkan kepada kami dasar hukumnya, kami akan mematuhinya karena kami selalu menegaskan bahwa kami akan bertindak sesuai hukum," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Ferdinand R. Marcos Jr alias Bongbong mengatakan penangkapan Duterte sejalan dengan komitmen Filipina terhadap Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol). Interpol Manila telah menerima salinan resmi surat perintah ICC, yang kemudian disampaikan oleh Jaksa Agung Departemen Kehakiman kepada Duterte setelah kepulangannya dari Hong Kong.
Duterte kemudian ditempatkan dalam tahanan pemerintah sebelum dipindahkan ke Den Haag, Belanda, untuk menghadapi dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang melawan narkoba yang dilakukannya.
"Interpol meminta bantuan, dan kami memenuhinya karena kami memiliki komitmen terhadap Interpol yang harus kami jalankan. Jika kami tidak melakukannya, mereka tidak akan lagi membantu kami dalam kasus lain yang melibatkan buronan Filipina di luar negeri," kata Marcos pada Selasa (11/3) malam. (PNA-OANA/Ant/I-1)
Pengadilan di Filipina secara resmi menyatakan bahwa terdapat cukup bukti untuk menyeret sang mantan pemimpin ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan serangkaian tindakan Duterte.
KANTOR Jaksa Penuntut Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyambut baik penangkapan dan pemindahan mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Belanda
Polresta Denpasar membebaskan 26 WNA yang disekap di sebuah guest house di Kuta, Bali, untuk dijadikan operator scam internasional.
Sebanyak 85 negara alami kenaikan harga BBM akibat konflik Timur Tengah 2026. Filipina tertinggi dengan 54,2 persen, sementara Indonesia terjaga di angka 2,8 persen.
Pemerintah Filipina tengah menunggu tanggapan dari Amerika Serikat terkait permintaan untuk meningkatkan impor minyak dari Rusia.
PEMERINTAH Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional menyusul ancaman serius terhadap pasokan bahan bakar domestik.
PEMERINTAH Filipina resmi memberlakukan kebijakan empat hari kerja sepekan bagi pegawai pemerintah mulai Senin mendatang guna menekan dampak ekonomi akibat perang AS-Israel Vs Iran.
Satu orang meninggal dan empat lainnya terluka, termasuk dua WNA, setelah sebuah helikopter jatuh di Provinsi Rizal, Filipina. Otoritas masih menyelidiki penyebabnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved