Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid Dr. Algooth Putranto menilai Pemerintah Joko Widodo mengabaikan nurani rakyat yang tidak menyetujui tindakan Rusia menyerbu Ukraina. Dalihnya, hasil survei SMRC sudah sangat jelas bahwa mayoritas responden tidak setuju Rusia menyerbu Ukraina.
"Hasil survei itu pun menilai sebaiknya Presiden Jokowi mengambil peran aktif ikut mendamaikan perang Rusia-Ukraina. Yang terjadinya malah pemerintah kita tak tegas,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/9). Hasil riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang Opini Publik tentang KTT G20 yang dilakukan 5-13 Agustus 2022 mendapati sebanyak 71% tidak setuju Rusia menyerbu Ukraina dan 58% menilai sebaiknya Presiden Jokowi mengambil peran aktif ikut mendamaikan perang Rusia-Ukraina.
Menariknya, mayoritas responden yang tidak setuju tidak kemudian mendukung pelarangan Rusia menghadiri kegiatan G20 di Bali. Ini dapat diartikan masyarakat kita sudah dapat membedakan antara bersikap dan bertingkah laku sebagai tuan rumah kegiatan internasional.
Hal ini jelas bertolak belakang dengan sikap pemerintah Joko Widodo yang cenderung ragu bersikap terhadap Rusia. Di panggung diplomasi, Kementerian Luar Negeri maupun Presiden Joko Widodo selalu bermain cantik di forum PBB. "Jokowi yang terpilih pada Pemilu 2014 di 2016 berani membusungkan dada di depan agresivitas Tiongkok di Natuna. Pemilih terdidik tentu sadar itu sekadar pertunjukan, tetapi itu dibutuhkan untuk menunjukkan sikap kebangsaan kita," tuturnya.
Sikap bangsa Indonesia, lanjutnya, sudah sangat jelas dipaparkan dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa bangsa Indonesia meyakini penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Selain itu, bangsa Indonesia yang merebut kemerdekaan meyakini harus turut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. "Dalam kasus Ukraina, pemerintah kita sikapnya pagi kedelai, sore tempe alias mencla-mencle."
Pada satu sisi, sikap ragu pemerintah Joko Widodo akibat belenggu megaproyek kilang minyak Tuban atau megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (M2P) yang dimiliki oleh PT Pertamina Rosneft untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri dan memproduksi petrokimia berkualitas tinggi. M2P dengan kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari yang akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel, 4 juta liter avtur per hari, serta produksi petrokimia sebesar 4,25 juta ton per tahun.
"Ini proyek senilai Rp211,9 triliun sejak diteken kerja sama antara Pertamina dan Rosneft PJSC (Rusia) terbentuk di 2017 serta ditargetkan pada 2026 sudah bisa beroperasi. Kepentingan ini jelas membuat Jokowi gamang," tuturnya.
Meski demikian, Algooth Putranto berharap hasil survei SMRC dapat menjadi dasar pertimbangan pemerintah mengambil sikap. "Pemerintah kita kan terkenal mendengarkan rakyat. Lihat saja itu beberapa aturan lahir atau batal karena suara publik. Meski dalam hal Ukraina, saya kok pesimistis." (OL-14)
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia ujar Hasyim Djojohadikusumo.
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Indonesia akan mengimpor 150 juta barel minyak dari Rusia secara bertahap hingga 2026. Langkah ini jadi strategi penting menghadapi krisis energi global.
Melihat posisi korban yang berada jauh di bawah tebing dan ancaman kenaikan permukaan air laut, tim memutuskan untuk menempuh jalur udara guna mempercepat proses evakuasi.
Mengenang Piala Dunia 2018 di Rusia. Simak daftar peserta, hasil final Prancis vs Kroasia di Stadion Luzhniki, hingga momen menarik yang tak terlupakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved