Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan Moskow melemah.
"Dalam serangan balasan yang bertujuan menciptakan kekacauan di dalam pasukan Rusia dengan menyerang jalur pasokan penjajah jauh ke dalam wilayah pendudukan," kata Penasihat Utama Presiden, Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak.
Ia mengatakan akan ada lebih banyak serangan dalam dua atau tiga bulan ke depan. Itu serupa dengan serangan misterius pada Selasa (16/8), di Krimea, yang menargetkan jalur kereta api dan pangkalan udara yang merusak sejumlah pesawat tempur Rusia di bandara Saky.
Podolyak mengatakan aksi itu menjadi pengingat bahwa "Krimea yang diduduki oleh Rusia adalah tentang ledakan gudang dan risiko kematian yang tinggi bagi penjajah dan pencuri," terangnya.
Kementerian pertahanan di Moskow mengatakan sedang menangani kasus sabotase dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah episode lebih lanjut.
Berbicara dari kantor kepresidenan di Kyiv, Podolyak mengatakan “Strategi kami adalah menghancurkan logistik, jalur pasokan dan gudang amunisi dan objek infrastruktur militer lainnya. Itu menciptakan kekacauan di dalam kekuatan mereka sendiri,” terangnya.
“Jadi Rusia telah mengajari semua orang bahwa serangan balasan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar seperti kepalan tangan raksasa dan hanya bergerak ke satu arah,” katanya.
"Tetapi serangan balasan Ukraina terlihat sangat berbeda. Kami tidak menggunakan taktik tahun 60-an dan 70-an, namun memakai cara abad terakhir,” pungkasnya.
Namun, pernyataan itu juga dapat ditafsirkan sebagai pengakuan bahwa Ukraina sedang berjuang untuk mengumpulkan jumlah orang dan bahan militer yang dibutuhkan untuk mempertahankan serangan balasan penuh di selatan negara itu, yang biasanya membutuhkan keunggulan tiga atau lebih tentara dibandingkan satu.
Sebaliknya, Ukraina telah mencoba untuk memotong Kherson, satu-satunya kota yang dipegang oleh Rusia di tepi barat Sungai Dnieper, dengan merusak jembatan jalan dan rel menggunakan artileri roket barat yang baru dipasok ke titik di mana Rusia tidak lagi mungkin untuk memasok. kekuatannya secara efektif.
Podolyak meminta 50, 60 hingga 80 sistem roket peluncuran ganda (MLRS) di atas gudang senjata yang ada sekitar 20, 16 di antaranya adalah Himars yang dipasang di truk yang dipasok oleh AS. Tiga M270 beroda trek telah datang dari Inggris, dengan tiga lagi dijanjikan. (The Guardian/OL-13)
Baca Juga: Rusia Evakuasi 3.000 Rakyatnya di Krimea, Ukraina Bergembira
Kim Jong Un memuji aksi bunuh diri tentara Korea Utara di medan perang Rusia-Ukraina demi hindari penangkapan. Simak detail kerja sama militer Pyongyang-Moskow.
INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia ujar Hasyim Djojohadikusumo.
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Indonesia akan mengimpor 150 juta barel minyak dari Rusia secara bertahap hingga 2026. Langkah ini jadi strategi penting menghadapi krisis energi global.
Melihat posisi korban yang berada jauh di bawah tebing dan ancaman kenaikan permukaan air laut, tim memutuskan untuk menempuh jalur udara guna mempercepat proses evakuasi.
Mengenang Piala Dunia 2018 di Rusia. Simak daftar peserta, hasil final Prancis vs Kroasia di Stadion Luzhniki, hingga momen menarik yang tak terlupakan.
Dalam dunia yang semakin rentan dengan politik identitas religius, menjaga jarak antara iman dan peluru merupakan tanda kedewasaan beragama.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
Overthinking dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi tertekan, stres, hingga situasi sosial ekonomi.
“WAR is the father of all things,” tulis Heraclitus lebih dari dua milenium lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved