Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGERAN William, Kamis (19/5), mengecam media Inggris, BBC, dan jurnalisnya yang bernama Martin Bashir atas kecurangan Bashir memperoleh wawancara menggunakan cara yang curang terhadap Ibu mereka, Putri Diana.
Kritik pedas dari William itu langsung disampaikan beberapa jam setelah penyelidikan internal independen menemukan Bashir telah menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan wawancara yang sensasional dengan Putri Diana pada 1995 yang lalu.
Putri Diana, lewat wawancara yang ditayangkan melalui program utama BBC, Panorama, membuat pengakuan yang mengejutkan.
Baca juga : Pangeran Harry Terbang ke London Menjenguk Raja Charles III Usai Diagnosa Kanker
Ia mengakui adanya permasalahan dalam pernikahannya dengan Pangeran Charles. Ia pun menceritakan bahwa ada orang ketiga dalam pernikahannya, yaitu dia, Charles, dan kekasih lama Charles yang kini menjadi istrinya, Camilla Parker.
William mengatakan wawancara tersebut telah memberikan "kontribusi besar" pada kehancuran hubungan orangtuanya.
Sementara, BBC juga dianggap berkontribusi signifikan terhadap ketakutan, paranoia, dan isolasi yang dialami Diana di tahun-tahun terakhir hidupnya.
Baca juga : Pangeran Harry Pergi Tinggalkan Raja Charles III
"Saya sangat yakin program Panorama ini tidak memiliki legitimasi dan tidak boleh ditayangkan lagi," ujar William.
"Ini secara efektif membentuk narasi palsu yang, selama lebih dari seperempat abad, telah dikomersialkan oleh BBC dan lainnya," tambahnya.
Sebenarnya, masyarakat sudah lama menanyakan tentang bagaimana Bashir meyakinkan Diana untuk berbicara di program yang telah ditonton oleh 22,8 juta orang itu.
Baca juga : Pangeran William dan Kate Middleton Nyatakan Dukungan untuk Rakyat Ukraina
Program itu juga telah memenangkan serangkaian penghargaan televisi karena wawancara tersebut.
Menurut keterangan Direktur Jenderal BBC Tim Davie, Putri Diana tertarik pada gagasan wawancara dengan BBC.
Namun dia menambahkan, "Jelas bahwa proses untuk mengamankan wawancara jauh dari apa yang diharapkan audiens. Kami sangat menyesal untuk ini."
Baca juga : Pangeran William Muncul Usai Raja Charles III Divonis Kanker
Diketahui, Bashir telah melayangkan permohonan maaf dan mengakui perbuatan buruknya karena telah melakukan pemalsuan laporan.
"Itu adalah tindakan bodoh yang pernah dilakukan dan merupakan tindakan yang sangat saya sesali".
Namun, ia masih bersikeras wawancara yang ia lakukan dengan mantan istri Pangeran Charles itu adalah pilihan pribadi Putri Diana. (AFP/OL-1)
Putri Wales, Kate Middleton, merayakan Hari Bumi dengan pesan haru. Ia mengungkap bagaimana alam menjadi tempat pelarian selama masa pemulihan kankernya.
Kate Middleton dan Putri Anne tampak bersenda gurau saat menghindari ciuman pipi karena aksesori topi.
Pangeran William mengaku sedang tidak dalam kondisi tenang untuk menonton film 'Hamnet'.
Pangeran William dan Kate Middleton tampil selaras di BAFTA Film Awards pasca-penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor.
Raja Charles III pecah suara terkait skandal Jeffrey Epstein yang menyeret Andrew Mountbatten-Windsor. Istana siap bekerja sama dengan polisi terkait dugaan pelanggaran hukum.
Pangeran William dan Kate Middleton menyatakan keprihatinan mendalam atas skandal Jeffrey Epstein yang menyeret Pangeran Andrew.
King Charles III memberikan pidato emosional di depan Kongres AS. Di tengah skandal Pangeran Andrew, sang Raja menyelipkan pesan khusus bagi para penyintas kekerasan.
Raja Charles merayakan centenary mendiang Ratu Elizabeth II dengan pesan video emosional dan pengumuman monumen permanen di St James's Park.
Pangeran Harry membagikan kisah menyentuh tentang duka kehilangan Putri Diana dan perjuangan mentalnya dalam kunjungan ke Australia bersama Meghan Markle.
Keputusan Raja Charles III untuk tidak menyampaikan pesan Paskah tahun ini memicu perdebatan di Inggris, terutama setelah ia memberikan ucapan Ramadan.
Pihak Duke dan Duchess of Sussex angkat bicara terkait klaim kontroversial dalam buku biografi terbaru Tom Bower, 'Betrayal'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved