Bicara Duka dan Kesehatan Mental, Pangeran Harry Bagikan Pesan Menyentuh di Australia

Thalatie K Yani
17/4/2026 10:07
Bicara Duka dan Kesehatan Mental, Pangeran Harry Bagikan Pesan Menyentuh di Australia
Pangeran Harry membagikan kisah menyentuh tentang duka kehilangan Putri Diana dan perjuangan mentalnya dalam kunjungan ke Australia bersama Meghan Markle.(AFP)

PANGERAN Harry dan Meghan Markle menutup hari ketiga kunjungan mereka di Australia dengan menghadiri acara amal privat di Melbourne Park, Kamis (16/4). Dalam kesempatan tersebut, Duke of Sussex menyampaikan pidato utama yang emosional mengenai kesehatan mental di tempat kerja serta pengalaman pribadinya dalam menghadapi duka mendalam.

Di hadapan peserta InterEdge Summit, Harry merefleksikan bagaimana tekanan hidup seringkali membuatnya merasa "tersesat, dikhianati, atau sama sekali tidak berdaya". Meghan Markle tampak mendampingi dan memberikan dukungan saat suaminya berbicara selama 19 menit di atas panggung.

Kehilangan di "Akuarium Raksasa"

Harry, 41, secara terbuka menyinggung duka masa kecilnya saat kehilangan sang ibu, Putri Diana, pada tahun 1997. Ia menggambarkan kehidupannya kala itu seperti berada di dalam "akuarium raksasa" yang terus diawasi.

"Berdasarkan pengalaman saya, kehilangan terasa membingungkan di usia berapa pun. Duka tidak akan hilang hanya karena kita mengabaikannya. Mengalami hal itu saat masih anak-anak di bawah pengawasan konstan, ya, itu memiliki tantangannya tersendiri. Tanpa tujuan hidup, hal itu bisa menghancurkan Anda," ujar Harry.

Ia juga mengakui selama bertahun-tahun dirinya memilih untuk mati rasa karena tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi trauma tersebut. Tekanan internal dan eksternal seringkali memaksanya untuk terus tampil dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja agar tidak mengecewakan orang lain.

Titik Balik dan Kekuatan dalam Meminta Bantuan

Dalam diskusi bersama tokoh bisnis Australia, Brendan Nelson, Harry mengungkapkan kematian ibunya sempat membuatnya ingin menolak peran sebagai anggota keluarga kerajaan.

"Saya sempat merasa, ‘Saya tidak menginginkan pekerjaan ini. Saya tidak menginginkan peran ini’. Hal itu (peran kerajaan) membunuh ibu saya dan saya sangat menentangnya," kenang Harry.

Namun, perspektifnya berubah saat ia mulai memikirkan bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ia miliki untuk membuat perbedaan di dunia, sesuai dengan keinginan mendiang ibunya. Perubahan besar juga terjadi saat ia menyadari bahwa mencari bantuan profesional bukanlah sebuah kelemahan.

"Bagi saya, salah satu pergeseran terbesar terjadi ketika saya menyadari bahwa meminta bantuan bukanlah sebuah kelemahan. Itu adalah sebuah bentuk kekuatan," tegasnya.

Pesan untuk Para Ayah

Selain menghadiri konferensi, Harry juga menyempatkan diri bertemu dengan komunitas dari badan amal kesehatan pria, Movember. Sebagai ayah dari Pangeran Archie, 6, dan Putri Lilibet, 4, ia berbicara jujur mengenai ketakutan awalnya saat akan menjadi orangtua.

Ia menekankan pentingnya terapi untuk menjadi versi terbaik bagi anak-anak. "Kepada para ayah dan calon ayah, ya, ini membingungkan. Anda akan mengalami emosi yang naik turun, jangan menghakimi diri sendiri," pesannya.

Kunjungan Duke dan Duchess of Sussex ke Australia kali ini banyak difokuskan pada isu-isu sosial. Selain isu kesehatan mental, Meghan Markle juga melakukan kunjungan solo ke tempat penampungan bagi perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan tunawisma. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya