Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kyaw Moe Tun dipecat pada Sabtu (27/2). Sehari sebelumnya, dia sempat mendesak PBB untuk mengunakan segala cara yang diperlukan guna menghentikan kudeta militer di negaranya.
Kyaw Moe Tun memberi tahu Majelis Umum PBB bahwa dia berbicara atas nama pemerintah Aung San Suu Kyi.
"Kita membutuhkan tindakan lebih lanjut sekuat mungkin dari komunitas internasional untuk segera mengakhiri kudeta militer," katanya pada Jumat (26/2).
Penyiar negara Myanmar MRTV mengatakan duta besar telah mengkhianati negara dan berbicara untuk organisasi tidak resmi yang tidak mewakili negara serta menyalahgunakan kekuasaan dan tanggung jawab seorang duta besar.
Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar Tom Andrews mengatakan kewalahan dengan tindakan berani duta besar.
“Sudah waktunya bagi dunia untuk menjawab seruan berani itu dengan tindakan," tuturnya di Twitter.
Utusan Tiongkok tidak mengkritik kudeta tersebut dan mengatakan situasi saat ini adalah urusan internal Myanmar. Pun menyebut Beijing mendukung upaya diplomatik oleh negara-negara Asia Tenggara untuk menemukan solusi.
Para jenderal Myanmar secara tradisional mengabaikan tekanan diplomatik. Woodside Petroleum Ltd Australia menghentikan kehadirannya di Myanmar karena kekhawatiran tentang pelanggaran hak dan kekerasan.
Tony Cheng dari Al Jazeera, melaporkan dari Bangkok, mengatakan keluarga Kyaw Moe Tun di Myanmar dilaporkan tetap tenang.
"Saya telah berbicara dengan beberapa sumber di Yangon hari ini yang mengatakan keluarga besar tetap tenang. Mereka tampaknya tidak menjadi sasaran," kata Cheng.
“Kami tahu militer Myanmar memiliki sejarah menggunakan keluarga di luar negeri untuk menargetkan orang-orang yang ingin mereka pengaruhi,” tambahnya.
Baca juga: Pegawai Negeri Myanmar Tolak Bekerja untuk Junta Militer
Langkah militer untuk memecat duta besar bisa menjadi awal dari proses panjang di PBB.
“Militer mengatakan telah memecatnya. Apakah itu berarti dia bukan lagi duta besar di sini, di New York? Tidak sepenuhnya jelas pada tahap ini,” lapor James Bays dari Al Jazeera.
“Ini bisa berlarut-larut, dengan asumsi duta besar ingin tinggal di Amerika Serikat dan kami berasumsi dia tidak ingin kembali ke Myanmar karena kemungkinan pembalasan terhadapnya,” tukasnya.
“Jika dia mengatakan akan tinggal dan masih merupakan perwakilan sah dari pemerintah yang sebenarnya di Myanmar, yang para pemimpinnya saat ini di penjara, maka itu akan menuju ke prosedur rumit di Majelis Umum PBB yang disebut komite kredensial, yang memiliki sembilan anggota di dalamnya,” ungkapnya.
Bays menyebut saat ini AS, Rusia, dan Tiongkok termasuk dalam komite kredensial. Mereka harus memutuskan apa yang harus dilakukan.
Kudeta yang menghentikan kemajuan Myanmar menuju demokrasi telah membawa ratusan ribu pengunjuk rasa ke jalan dan menuai kecaman dari negara-negara Barat, dengan beberapa menjatuhkan sanksi terbatas.
Polisi mengerahkan pasukan di kota-kota besar dan kecil sejak Sabtu (27/2) pagi untuk membasmi protes.
Polisi dan tentara mengerahkan peluru karet, gas air mata dan granat kejut. Pun memukuli pengunjuk rasa di lokasi protes utama di Yangon pada Sabtu, termasuk di dekat pusat kota Sule Pagoda, Myaynigone di kotapraja Sanchaung, dan Hledan di kotapraja Kamayut.
Di pusat kota Yangon, polisi menyerang pengunjuk rasa tak bersenjata sekitar tengah hari waktu setempat. Ketika pengunjuk rasa berkumpul kembali, polisi mulai menggunakan taktik yang semakin kejam.
Polisi mengerahkan granat kejut yang meledak di dekat sekelompok warga sipil dan menangkap satu orang. Aparat keamanan mengacungkan tongkat ke arah wartawan yang berusaha mendekati dan mendokumentasikan penangkapan tersebut.
“Orang-orang memprotes dengan damai tetapi mereka mengancam kami dengan senjata,” kata aktivis pemuda Shar Yamone.
"Kami berjuang untuk mengakhiri penindasan militer yang telah berlangsung dari generasi ke generasi," pungkasnya.(Aljazeera/OL-5)
BNI memberikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi di Pematang Siantar. Bank menegaskan isu tersebut berkaitan dengan koperasi yang bukan bagian dari BNI.
Aksi tersebut digelar oleh BEM UI sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Gerakan No Kings ramai di Amerika Serikat lewat aksi demonstrasi besar. Sebenarnya apa itu No Kings dan apa tujuan di balik gerakan ini?
Robert De Niro ikut aksi “No Kings” di New York, bagian dari protes nasional terhadap kebijakan Trump terkait Iran dan imigrasi yang dinilai kontroversial.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Ia menilai, serangan terhadap prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
TNI dan PBB percepat pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia yang gugur di Libanon. Simak kronologi dan proses repatriasi pahlawan perdamaian ini.
Pasukan PBB tersebut menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga dan rekan-rekan Praka Rico.
Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu atas permintaan PM Pakistan Shehbaz Sharif, meski blokade Hormuz berlanjut.
Presiden Kazakhstan itu pun menyatakan keprihatinan atas meningkatnya negosiasi konflik global di luar kerangka PBB, yang menandakan marginalisasi perannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved