Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi mengatakan sejumlah serangan dengan target kilang-kilang minyak berasal dari 'utara' dan 'diduga' didukung Iran. Namun pihak Kerajaan Saudi masih melakukan investigasi terkait serangan drone atau pesawat nirawak tersebut.
Jika dilihat dari serpihan dari senjata yang digunakan, juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan mereka meyakini serangan tersebut tidak mungkin dari wilayah Yaman atau kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Pada jumpa pers, Rabu (18/9), juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi Kolonel Turki al-Maliki mengatakan dari buktii bagian drone dan misil menunjukkan 'tak terbantahkan' sebagai agresi Iran.
Al-Malki mengatakan dari total 18 drone dan tujuh misil yang ditembakkan di antaranya ada drone Iranian Delta Wing unmanned aerial vehicles (UAVs).
Para pejabat Saudi mengatakan sejumlah misil yang ditunjukkan tampaknya memiliki mesin jet tetapi misil gagal meledak.
"Serangan diluncurkan dari utara dan tak perlu ditanyakan lagi pasti disponsori oleh Iran," kata Al-Maliki kepada para watawan. "Kami sedang bekerja untuk mengetahui titik peluncuran yang pasti."
Al-Malki mengatakan misil jelajah bisa menjangkau 700 km. Dengan jangkauan tersebut, misil itu tidak ditembakkan dari wilayah Yaman.
"Ini tipe senjata dari rezim Iran dan IRGC (Pasukan Garda Revolusi Iran telah menggunakan menyerang warga sipil...kilang minyak," papar Al-Maliki.
Namun saat didesak wartawan apakah Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dengan tanpa menyebut Iran, Al-Maliki hanya mengatakan 'biang keladinya' jelas dan 'harus bertanggung jawab'.
Iran membantah lakukan serangan
Pihak Iran sendiri membantah keterlibatan dalam serangan kilang minyak Saudi. Otoritas Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran bisa melakukan balasan jika melakukan serangan.
Setelah Al-Maliki memberi penjalasan, Presiden Iran Hassan Rouhani langsung memberi pernyataan bahwa Saudi memberi bukti bohong.
"Pada jumpa pers bahwa Arab Saudi tidak tahu apa-apa mengenai misil dan drone yang dibuat dan diluncurkan dari mana dan tidak tahu menjelaskan kenapa sistem pertahanan negara gagal melakukan intersepsi," kata Hesameddin Ashena, juru bicara Kepresidenan Iran pada Twitter-nya.
Teheran selama ini bertanggung jawab atas dukungan terhadap kelompok pemberontak Yaman, Houthi. Pada Rabu (18/9), Presiden Rouhani mengatakan Houthi melakukan serangan lebih luas sebagai balasan atas intervensi Saudi atas konflik bersenjata di Yaman. (OL-09)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved