Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERIKAT Petani Indonesia (SPI) mengucapkan selamat kepada Qu Dongyu yang baru saja terpilih menjadi Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) pada Konferensi FAO sesi ke-41.
Qu, yang saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Pedesaan Tiongkok, berhasil memenangkan suara mayoritas dalam pemungutan suara yang berlangsung dalam konferensi tersebut dengan hasil 108 suara yang mendukung dari 191 jumlah suara keseluruhan.
Sebagai Direktur Jenderal yang baru, Qu menggantikan posisi Jose Graziano Da Silva dari Brasil yang telah menduduki posisi tersebut sejak 2011.
“SPI juga berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Jose Graziano da Silva atas kontribusinya mendukung gerakan petani di seluruh dunia. Selama Graziano menjabat, FAO telah membuka pintu bagi SPI dan La Via Campesina (LVC) dalam berkontribusi mengatasi krisis pangan global,” papar Ketua Umum SPI Henry Saragih, di Jakarta. Selasa (25/6) siang.
Baca juga: Pemilihan Dirjen FAO, Tiongkok Kalahkan Calon Asal Prancis
Henry menyampaikan SPI dan LVC telah banyak dilibatkan dalam membuat kebijakan-kebijakan global yang didukung FAO. Contohnya, kebijakan pengadopsian prinsip-prinsip kedaulatan pangan dan pengarusutamaan agroekologi.
“FAO, selama ini, juga telah terlibat dalam proses penyusunan teks maupun negosiasi untuk meluluskan Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan (UNDROP/United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas), yang inisiatifnya berasal dari SPI dan LVC,” lanjutnya.
Henry yang juga merupakan kordinator International coordinating Committee La Via Campesina pada priode 2004 hingga 2013 menambahkan, dirinya berharap kepada Direktur Jenderal FAO terpilih untuk meneruskan apa yang sudah dicapai Da Silva.
Bahkan dia berharap Qu dapat memberikan ruang yang lebih besar lagi bagi gerakan-gerakan petani dalam membuat kebijakan pangan global.
“Sehingga permasalahan krisis pangan dapat terus diatasi dengan solusi-solusi yang otentik dari petani, seperti kedaulatan pangan, reforma agraria, agroekologi dan UNDROP,” imbuhnya.
Henry menutup, SPI juga berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena telah mendukung keaktifan pemerintah Indonesia dalam proses penggantian ini.
“Melalui dukungan tersebut, SPI berharap Pemerintah Indonesia dapat lebih berkomitmen dalam menuntaskan permasalahan pangan global maupun nasional dengan memberikan ruang yang lebih besar kepada gerakan petani dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan pangan, sama halnya seperti yang sudah dilakukan FAO,” tutupnya. (RO/OL-2)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved