Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengajak kedua putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, saat bertemu Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud di Istana Pribadi Raja di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (14/4).
Dalam kunjungannya ke Arab Saudi, Presiden Jokowi hanya membawa rombongan terbatas tetapi termasuk di dalamnya kedua putranya, Gibran dan Kaesang.
Foto pertemuan mereka viral di media sosial bahkan hingga kini di Jakarta, Senin (15/4) pagi.
Dalam foto tersebut tampak Raja Salman berdiri di tengah diapit oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sementara Gibran di sisi Jokowi dan Kaesang berdiri di samping Iriana.
Kedua putra Jokowi itu mengenakan jas atau pakaian sipil lengkap dengan dasi.
Mereka tiba pada pukul 13.50 waktu setempat dan disambut langsung oleh Raja Salman di halaman depan Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas).
Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Puji Politik dan Ekonomi Indonesia
Presiden dan Ibu Negara Iriana sempat berbincang sebentar dengan Raja Salman di ruang tunggu utama.
"Saya merasa berbahagia sekali karena hari ini diundang Sri Baginda Raja ke Istana ini," kata Presiden.
Raja Salman, sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, menyambut Jokowi dan keluarga dengan sangat hangat.
"Saya juga senang Presiden Jokowi bisa memenuhi undangan saya," ucap Raja Salman.
Setelah berbincang sebentar di ruang utama, Presiden dan Ibu Iriana kemudian dijamu santap siap bersama oleh Raja Salman.
Adapun menu yang disuguhkan Raja Salman kepada Presiden Jokowi adalah makanan khas Timur Tengah, antara lain sup harira, daging iga sapi, nasi mandhi dengan ayam, dan sejumlah makanan penutup dan manisan khas Arab Saudi.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. (OL-2)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved