Serangan Baru dari Gaza Ancam Genjatan Senjata

(AFP/Tes/I-2)
28/3/2019 04:20
 Serangan Baru dari Gaza Ancam Genjatan Senjata
Sebuah bola api dan asap mengepul di atas bangunan di Rafah di Jalur Gaza selatan selama serangan Israel pada 27 Maret 1919( (Photo by SAID KHATIB / AFP))

GERILYAWAN Palestina meluncurkan serangan roket ke Israel, Selasa (26/3) malam waktu setempat. Tindakan itu mendorong serangan balasan lebih lanjut dari militer Israel di tengah mengklaim gencatan senjata.

Serangan terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan kesiapan militer Israel untuk melancarkan serangan lanjutan di Jalur Gaza. Pernyataan itu muncul jelang pemilihan umum (pemilu) Israel yang jatuh pada 9 April.

Gejolak terbaru dimulai Senin (25/3), tepatnya ketika sebuah roket jarak jauh ditembakkan dari Jalur Gaza. Serangan roket menghantam sebuah rumah di wilayah utara Tel Aviv dan melukai tujuh warga Israel.

Tanpa tinggal diam, militer Israel membalas dengan serangkaian serangan udara di daerah kantong Palestina. Sebagai tanggapan, gerilyawan Palestina meluncurkan serangan roket baru. Sejauh ini tidak ada laporan korban akibat serangan itu.

Sejak Selasa pagi hingga sore, berlangsung ketenangan dan kelompok Hamas mengklaim Mesir menjadi perantara gencatan senjata dengan Israel. Begitu malam tiba, Israel menyatakan sebuah proyektil ditembakkan dari Jalur Gaza sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Hamas beserta Jihad Islam dan kelompok lain mengklaim roket yang menghantam Ashkelon ialah perbuatan seorang individu. Faksi-faksi itu menyatakan berkomitmen menjaga ketenangan selama Israel bertindak demikian.

"Angkatan udara kami baru saja menyerang beberapa sasaran teror Hamas di Gaza. Jika Hamas berpikir kami akan duduk diam ketika terjadi tembakan roket, ledakan, dan pelanggaraan tembok perbatasan yang mengancam kehidupan warga sipil Israel, mereka salah besar," bunyi cuitan militer Israel melalui akun Twitter.

"Jet dan pesawat tempur kami menyerang sasaran baru Hamas di Jalur Gaza," lanjut militer Israel.

Sumber keamanan di Jalur Gaza mengungkapkan serangan udara menghantam pangkalan militer Hamas di Khan Yunis. Netanyahu yang mempersingkat kunjungan di Amerika Serikat (AS) menegaskan siap akan melakukan lebih banyak serangan.

"Kami akan melalukan apa pun yang dibutuhkan untuk membela rakyat kami dan mempertahankan negara kami," ujar Netanyahu melalui sambungan satelit dalam konferensi AIPAC yang berpihak pada Israel.

Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Aviv Kohavi, telah memerintahkan pengiriman lebih banyak pasukan ke wilayah selatan. Kohavi juga menyetujui pemanggilan pasukan cadangan.

Di lain sisi, Netanyahu dipandang berupaya menghindari perang keempat di Jalur Gaza sejak 2008. Namun, dia mendapat tekanan politik dari dalam negeri. (AFP/Tes/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya