Cegah Dehidrasi, Jemaah Haji Diminta Minum 2 Teguk Tiap 10 Menit

Akmal Fauzi
20/4/2026 17:38
Cegah Dehidrasi, Jemaah Haji Diminta Minum 2 Teguk Tiap 10 Menit
Jemaah haji diingatkan waspada dehidrasi akibat suhu hingga 40°C di Arab Saudi.(Antara)

JEMAAH haji Indonesia diingatkan untuk mewaspadai risiko dehidrasi akibat cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. Selain menjaga kondisi fisik sebelum keberangkatan, jemaah sangat disarankan menyiapkan botol minum pribadi sebagai perlengkapan wajib.

Meski pelaksanaan haji kali ini tidak jatuh pada puncak musim panas, suhu udara di siang hari diperkirakan tetap tinggi, berkisar antara 38-40°C. Tingkat kelembapan yang rendah dan udara yang kering menjadi tantangan tersendiri, karena membuat cairan tubuh jemaah lebih cepat terkuras. Sementara itu, saat puncak haji 2026 atau fase Armuzna, suhu diprediksi bisa mencapai 40,5°C.

“Perbedaan suhu Mekah dan Madinah yang lebih panas dan kering (dibandingkan di Indonesia) bisa saja menimbulkan risiko dan dikhawatirkan mengganggu proses ibadah," kata M. Fathi Banna dari tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) PPIH Arab Saudi, Senin (20/4).

Strategi "Dua Teguk" Setiap 10 Menit

Untuk mengantisipasi dehidrasi, Fathi mengingatkan jemaah agar rutin minum air secara berkala. Alih-alih minum dalam jumlah banyak sekaligus, jemaah disarankan meminum air sebanyak dua teguk saja setiap 10 menit. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk menjaga kecukupan cairan tubuh tanpa membebani kantung kemih.

“Kenapa kok dua teguk setiap 10 menit? Biar cairannya tetap cukup. Nah, kalau minumnya langsung banyak nanti malah sering bolak-balik kamar mandi nanti malah bisa mengganggu ibadah,” katanya.

“Jadi caranya biar tidak terlalu sering ke kamar mandi tapi juga biar tetap hidrasi cairannya bagus, minumnya adalah dua teguk setiap 10 menit, caranya berarti membawa botol,” jelasnya.

Selain asupan cairan dari dalam, jemaah juga disarankan membawa botol semprot (spray) berisi air untuk membasahi bagian luar tubuh secara berkala. "Untuk membantu menjaga suhu bagian luar tubuh," pungkas Fathi.

Kloter pertama jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mendarat di Madinah pada 22 April 2026. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya