Pengujian Laboratorium Makin Canggih, Industri Kejar Akurasi dan Kecepatan

Mirza Andreas
20/4/2026 00:33
Pengujian Laboratorium Makin Canggih, Industri Kejar Akurasi dan Kecepatan
Alvalab memperkenalkan lima layanan uji berbasis teknologi tinggi pada ajang Lab Indonesia 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini. Peluncuran ini juga menjadi momentum perdana perusahaan tampil dalam pameran industri laboratorium.(Dok. Alvalab)

KEBUTUHAN industri terhadap pengujian laboratorium yang akurat dan cepat kian meningkat seiring ketatnya standar kualitas dan keamanan produk, baik untuk pasar domestik maupun global. Kondisi ini mendorong pelaku industri jasa laboratorium memperkuat kapabilitas layanan berbasis teknologi tinggi.

Dalam konteks tersebut, Alvalab memperkenalkan lima layanan uji berbasis teknologi tinggi pada ajang Lab Indonesia 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini. Peluncuran ini juga menjadi momentum perdana perusahaan tampil dalam pameran industri laboratorium.

Head of Sales and Marketing Alvalab, Jonathan A Widakdo, mengatakan perusahaan mengedepankan akurasi, kecepatan, serta kepatuhan terhadap standar global dalam menghadirkan solusi analitik bagi industri.

"Dengan mengedepankan akurasi, kecepatan serta kepatuhan terhadap standar global, kami menghadirkan solusi analitik yang relevan dan bernilai tambah," ujarnya.

Adapun lima layanan yang diperkenalkan meliputi analisis residu pestisida, pengujian umur simpan, pengujian alergen, analisis bahan aktif, serta pengujian anti-bakteri. Layanan ini dirancang untuk memastikan kualitas dan keamanan produk sesuai regulasi yang berlaku di berbagai negara.

Analisis residu pestisida menjadi salah satu layanan utama yang ditujukan untuk komoditas pertanian dan rempah-rempah. Dengan dukungan teknologi analitik mutakhir, pengujian dapat dilakukan hingga pada material kompleks seperti cassia stick dan black pepper, yang memiliki karakteristik matriks lebih sulit, guna memastikan produk memenuhi batas maksimum residu (MRL) yang dipersyaratkan.

Sementara itu, melalui pengujian umur simpan, Alvalab membantu industri menentukan masa simpan produk secara lebih presisi. Metode yang digunakan mencakup Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) maupun Rancimat, sehingga memungkinkan evaluasi stabilitas produk dilakukan secara cepat dan tetap akurat.

Untuk aspek keamanan pangan, layanan pengujian alergen menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang mampu mendeteksi alergen hingga tingkat jejak. Hal ini penting untuk mencegah kontaminasi silang sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar global.

Adapun analisis bahan aktif berfungsi mengonfirmasi kandungan dan konsentrasi senyawa utama dalam produk, guna menjaga kualitas dan konsistensi, khususnya pada rempah-rempah dan minyak esensial. Sementara pengujian anti-bakteri dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas suatu produk melalui metode laboratorium tervalidasi.

Jonathan menambahkan, selama ini banyak pelaku industri harus mengirim sampel ke luar negeri untuk mendapatkan hasil pengujian yang diakui secara global. Dengan pengembangan layanan ini, proses pengujian kini dapat dilakukan di dalam negeri secara lebih efisien.

"Pengujian bisa dilakukan di dalam negeri sehingga lebih efisien dari sisi biaya dan waktu," katanya.

Dari sisi operasional, Alvalab mengandalkan peralatan laboratorium asal Eropa dengan tingkat akurasi hingga 99,5%. Selain itu, sistem pengerjaan menggunakan kalender hari, termasuk akhir pekan, untuk memberikan kepastian waktu penyelesaian bagi klien.

Perusahaan juga memperkuat layanan melalui penerapan Laboratory Information Management System (LIMS) yang memungkinkan pemantauan proses pengujian secara real-time. Alvalab saat ini berpusat di Lampung dan didukung jaringan titik pengambilan sampel di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, dan Pontianak.

Tidak hanya menyasar pasar domestik, Alvalab juga melayani kebutuhan perusahaan internasional, baik untuk memastikan kepatuhan produk yang masuk ke Indonesia maupun untuk analisis kualitas bahan baku sebelum proses ekspor.

Managing Director Alvalab, Billy Laurence, menilai kebutuhan terhadap layanan laboratorium yang cepat, akurat, dan terintegrasi akan terus meningkat. Peluncuran layanan baru ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pelanggan.

Ia menambahkan, perkembangan bisnis perusahaan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mulai membangun fondasi pada 2024 dan memperkuat operasional pada 2025, Alvalab menargetkan akselerasi pertumbuhan pada 2026 seiring kesiapan alat, metode, dan akreditasi.

Seiring meningkatnya kebutuhan pengujian, perusahaan juga melihat pergeseran tren dari sekadar uji coba menjadi kontrak jangka panjang, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri terhadap layanan laboratorium dalam negeri.

Selain itu, Alvalab turut menyasar segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui paket pengujian yang lebih terjangkau serta layanan konsultasi, termasuk untuk kebutuhan pengurusan izin seperti BPOM.

Ke depan, penguatan ekosistem industri laboratorium dinilai menjadi kunci dalam mendukung daya saing produk nasional. Peran laboratorium tidak hanya memastikan akurasi data, tetapi juga mencegah klaim berlebih (overclaim) yang dapat merugikan konsumen maupun pelaku usaha. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya