Cuaca Ekstrem Mengintai Berikut Strategi Ampuh Tangkis Batuk Pilek!

 Gana Buana
17/4/2026 20:00
Cuaca Ekstrem Mengintai Berikut Strategi Ampuh Tangkis Batuk Pilek!
Kemenkes ingatkan waspada batuk pilek dan penyakit penyerta akibat cuaca tidak menentu.(Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat untuk memperketat pertahanan kesehatan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa fluktuasi cuaca saat ini meningkatkan risiko paparan berbagai penyakit penyerta yang menyerang sistem imun.

"Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh untuk meminimalisir potensi paparan penyakit penyerta," ujar Aji Muhawarman dilansir dari Antara, Jumat (17/4).

Benteng Pertahanan dari Dalam: Nutrisi dan Hidrasi

Kemenkes menekankan bahwa langkah preventif utama dimulai dari meja makan. Masyarakat didorong untuk mengonsumsi makanan bergizi yang mampu menghangatkan tubuh sekaligus mudah dicerna. Menu seperti sup ayam hangat, madu, dan buah-buahan kaya vitamin C menjadi rekomendasi utama untuk meredakan gejala awal batuk dan pilek.

Selain nutrisi, kecukupan cairan menjadi kunci vital. "Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer, dan pernapasan lebih lancar," tambah Aji.

Protokol Kebersihan dan Penggunaan Masker

Di tengah ancaman polutan dan virus, Kemenkes menyarankan penggunaan masker spesifik seperti jenis KF 94 atau KN 95 bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Masker ini dinilai lebih efektif menyaring partikel polutan yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Masyarakat juga diminta disiplin dalam menjaga kebersihan tangan dan lingkungan. Menghindari kontak tangan kotor ke wajah serta menjauhi genangan air hujan menjadi krusial untuk menghindari infeksi jamur, influenza, hingga kolera.

Daftar Penyakit yang Wajib Diwaspadai:

  • Demam Berdarah (DBD) dan Malaria (akibat genangan air).
  • Leptospirosis (penularan via urine hewan di area banjir).
  • Diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sebagai langkah penutup, Kemenkes mengimbau gerakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah dan saluran air guna memutus rantai penularan penyakit yang dibawa oleh vektor di musim yang tidak menentu ini. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya