Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGGERAKKAN tubuh secara rutin merupakan cara efektif untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kronis. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa bukan hanya durasi aktivitas yang penting, tetapi juga intensitasnya.
Penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal dan dilansir dari Eating Well mengungkapkan bahwa menambahkan aktivitas fisik berintensitas tinggi dalam waktu singkat bisa memberikan manfaat kesehatan signifikan, bahkan dengan durasi olahraga yang tidak terlalu lama.
Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis data dari UK Biobank yang melibatkan lebih dari 470 ribu orang dewasa. Sebagian peserta menggunakan pelacak kebugaran untuk merekam aktivitas harian mereka selama seminggu, sementara lainnya melaporkan kebiasaan olahraga melalui survei.
Peserta kemudian dipantau selama lebih dari satu dekade. Peneliti mengamati kemunculan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, gangguan ginjal, penyakit hati, masalah pernapasan, demensia, hingga penyakit inflamasi terkait sistem imun. Risiko kematian juga dianalisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menyisipkan sedikit aktivitas berintensitas tinggi, sekitar 4-5% dari total aktivitas mingguan, sudah cukup memberikan manfaat besar.
Dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas intens, mereka yang melakukannya memiliki:
Untuk beberapa penyakit, dampaknya bahkan lebih signifikan. Risiko diabetes tipe 2 menurun hingga 60%, sementara risiko demensia turun 63%. Risiko kematian dari berbagai penyebab tercatat 46% lebih rendah pada kelompok dengan aktivitas intens lebih tinggi.
Meski begitu, peneliti juga menemukan bahwa tidak semua penyakit merespons aktivitas fisik dengan cara yang sama. Untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan hati, baik durasi maupun intensitas aktivitas sama-sama berperan penting.
Namun, untuk penyakit yang berkaitan dengan peradangan dan demensia, intensitas aktivitas justru menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan risiko, meski durasi olahraga tidak panjang.
Walau hasilnya menjanjikan, penelitian ini memiliki keterbatasan. Karena bersifat observasional, hubungan yang ditemukan belum bisa memastikan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, data pelacak kebugaran hanya dikumpulkan selama seminggu, sehingga belum tentu mencerminkan kebiasaan jangka panjang.
Data dari survei juga bisa bias, mengingat peserta mungkin melebihkan aktivitas mereka. Sebagian besar partisipan berasal dari Eropa, sehingga hasil ini perlu diuji lebih lanjut pada populasi yang lebih beragam.
Beberapa contoh aktivitas berintensitas tinggi yang bisa dilakukan sehari-hari antara lain:
Ciri utama aktivitas ini adalah meningkatnya detak jantung dan napas yang menjadi lebih berat, hingga sulit berbicara lancar. Dengan menyisipkan sekitar 15 hingga 20 menit aktivitas intens dalam seminggu, tubuh sudah mendapatkan perlindungan tambahan terhadap berbagai penyakit kronis.
Para ahli menekankan bahwa intensitas adalah faktor penting dalam olahraga. Memberikan tantangan ekstra pada tubuh, meski hanya dalam waktu singkat, dapat memicu perubahan positif pada jantung, paru-paru, dan otak.
Bagi mereka yang terbatas waktu, meningkatkan intensitas aktivitas fisik bisa menjadi strategi sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan jangka panjang. (Science Daily/Z-10)
Menurutnya, kondisi sekarang membuat penggemar bulu tangkis harus realistis dalam beberapa tahun ke depan karena regenerasi tidak bisa instan.
Jonatan Christie yang turun di partai pertama menyerah 19-21, 14-21 dari Christo Popov, disusul kekalahan Alwi Farhan dari Alex Lanier.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Kekalahan langsung menjatuhkan Indonesia ke posisi ketiga klasemen grup dan tersingkir meski mengantongi dua kemenangan atas Aljazair dan Thailand.
Hobi olahraga ini diakui Acha bukan sekadar untuk menjaga penampilan, melainkan demi kesehatan jangka panjang dan menjaga stamina sebagai seorang ibu.
PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) terus mempererat hubungan kemitraan dengan 19 instansi yang berasal dari sektor pemerintah dan dunia usaha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved