Mengenal BESS: Teknologi Kunci dalam Transisi Energi Indonesia

Basuki Eka Purnama
12/4/2026 17:52
Mengenal BESS: Teknologi Kunci dalam Transisi Energi Indonesia
Kolaborasi strategis antara PT Infiniti Energi Indonesia (INFIEN) dan Xiamen Ampace Technology Limited (AMPACE) tentang BESS.(MI/HO)

DALAMpeta jalan transisi energi Indonesia, istilah BESS atau Battery Energy Storage System kini menjadi sorotan utama. Teknologi inilah yang menjadi inti dari kolaborasi strategis antara PT Infiniti Energi Indonesia (INFIEN) dan Xiamen Ampace Technology Limited (AMPACE).

Namun, apa sebenarnya peran BESS dan mengapa teknologi ini dianggap sebagai "tulang punggung" masa depan kelistrikan Indonesia? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai fungsi dan keunggulan BESS dalam kemitraan INFIEN-AMPACE.

Apa Itu BESS?

BESS adalah sistem teknologi yang memungkinkan energi dari sumber terbarukan (seperti surya atau angin) disimpan dalam baterai lithium canggih untuk kemudian digunakan saat dibutuhkan. Dalam kerja sama ini, AMPACE membawa teknologi baterai hasil sinergi CATL dan ATL yang dikenal memiliki standar keamanan tertinggi dan siklus hidup yang panjang.

Fungsi Strategis BESS bagi Industri dan Nasional

Implementasi BESS yang dikembangkan oleh INFIEN dan AMPACE menyasar tiga pilar utama dalam sistem ketenagalistrikan di Indonesia:

Fungsi Utama Manfaat Operasional
Manajemen Beban Puncak Menyimpan energi saat permintaan rendah dan melepaskannya saat beban puncak, sehingga menghemat biaya operasional dalam Mata Uang Rupiah.
Stabilitas Jaringan (Grid Stability) Mengatasi sifat intermiten (tidak menentu) dari energi terbarukan agar pasokan listrik ke jaringan tetap stabil.
De-dieselisasi Menggantikan peran genset diesel di wilayah terpencil dengan kombinasi energi terbarukan dan baterai yang lebih bersih.

Keunggulan Teknologi BESS AMPACE

Melalui INFIEN, pasar Indonesia akan mendapatkan akses terhadap teknologi BESS yang memiliki rekam jejak nomor 1 di dunia. Beberapa keunggulan teknis yang ditawarkan meliputi:

  • Keamanan Maksimal: Rekam jejak operasional global tanpa insiden (zero incident).
  • Efisiensi Tinggi: Performa unggul dalam penyimpanan dan penyaluran energi kembali ke sistem.
  • Daya Tahan: Siklus hidup baterai yang lebih panjang, memberikan nilai investasi jangka panjang yang lebih baik bagi sektor Komersial dan Industri (C&I).

Mendukung Target 100 GW

Tanpa sistem penyimpanan seperti BESS, target pemerintah untuk mencapai kapasitas 100 GW energi terbarukan akan sulit tercapai karena kendala stabilitas jaringan. Oleh karena itu, langkah INFIEN dan AMPACE dalam mengeksplorasi proyek skala menengah hingga besar menjadi krusial untuk memastikan transisi energi Indonesia berjalan lebih andal dan efisien. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya